Keunikan Kampung Bule di Aceh Warganya Punya Mata Biru yang Indah
Kamis, 04 Mei 2023 - 14:43 WIB
loading...
A
A
A
Menurut catatan sejarah, keberadaan bule lokal di Aceh berawal dari kedatangan tentara dan pelaut Portugis di wilayah pantai barat Aceh pada abad ke-14 hingga 16. Saat itu, tentara Portugis terdampar di daerah Kerajaan Daya (Aceh) dan mencoba untuk membaur dan merebut hati orang Aceh.
Setelah bertahun-tahun, pembauran kedua etnis terjadi. Para tentara dan pelaut Portugis ini menikahi warga lokal Aceh, dan keturunan mereka menjadi campuran bule dengan lokal Aceh.
Baca juga: Viral! Bule vs Bule Tawuran di Jalanan Kuta Bali
Keturunan Portugis tersebar di berbagai wilayah di Aceh, termasuk di Desa Lamno. Mereka kemudian menyebar di wilayah Ujong Muloh, Kuala Daya, Gle Jong, Teumareum, hingga Lambeso.
Kehadiran kampung bule di Aceh tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Desa Lamno menjadi tempat yang ideal untuk melihat secara langsung penduduk dengan penampilan fisik yang unik.
Setelah bertahun-tahun, pembauran kedua etnis terjadi. Para tentara dan pelaut Portugis ini menikahi warga lokal Aceh, dan keturunan mereka menjadi campuran bule dengan lokal Aceh.
Baca juga: Viral! Bule vs Bule Tawuran di Jalanan Kuta Bali
Keturunan Portugis tersebar di berbagai wilayah di Aceh, termasuk di Desa Lamno. Mereka kemudian menyebar di wilayah Ujong Muloh, Kuala Daya, Gle Jong, Teumareum, hingga Lambeso.
Kehadiran kampung bule di Aceh tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Desa Lamno menjadi tempat yang ideal untuk melihat secara langsung penduduk dengan penampilan fisik yang unik.
Lihat Juga :