Ketum PP Pemuda Katolik Minta Usut Tuntas Motif Penembakan Kantor MUI
Selasa, 02 Mei 2023 - 21:33 WIB
loading...
PP Pemuda Katolik mengutuk keras aksi penembakan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, (2/5/2023). Foto:MPI
A
A
A
JAKARTA - Pengurus Pusat Pemuda Katolik mengutuk keras aksi penembakan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2023). Akibat penembakan, 2 karyawan MUI terluka dan kaca kantor MUI pecah.
“Mewakili Pengurus Pusat Pemuda Katolik, kami mengutuk keras tindakan penembakan di kantor MUI yang mengakibatkan ada orang terluka. Atas peristiwa ini, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam,” ujar Ketum PP Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma.
Baca juga: Ungkap Motif Pelaku Penembakan Kantor MUI, Polisi: Ingin Dapatkan Pengakuan Wakil Nabi
Dia berharap kasus ini dapat diselesaikan segera dan meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas motif kasus ini.
“Kita percaya pihak kepolisian segera mengungkap motif dan dalang aksi penembakan ini. Tentunya kita berharap pengungkapan kasus ini segera tuntas dengan cepat,” kata Gusma.
Dia mengajak masyarakat agar merawat perdamaian dan persatuan bangsa. Tidak terpancing dengan berbagai aksi kekerasan yang terjadi apalagi sedang dalam situasi hangat politik Pemilu 2024. Kekerasan atas nama apa pun tidak dibenarkan.
“Mewakili Pengurus Pusat Pemuda Katolik, kami mengutuk keras tindakan penembakan di kantor MUI yang mengakibatkan ada orang terluka. Atas peristiwa ini, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam,” ujar Ketum PP Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma.
Baca juga: Ungkap Motif Pelaku Penembakan Kantor MUI, Polisi: Ingin Dapatkan Pengakuan Wakil Nabi
Dia berharap kasus ini dapat diselesaikan segera dan meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas motif kasus ini.
“Kita percaya pihak kepolisian segera mengungkap motif dan dalang aksi penembakan ini. Tentunya kita berharap pengungkapan kasus ini segera tuntas dengan cepat,” kata Gusma.
Dia mengajak masyarakat agar merawat perdamaian dan persatuan bangsa. Tidak terpancing dengan berbagai aksi kekerasan yang terjadi apalagi sedang dalam situasi hangat politik Pemilu 2024. Kekerasan atas nama apa pun tidak dibenarkan.
Lihat Juga :