Kisah Ratusan Prajurit Mataram yang Tewas Tanpa Kepala saat Berperang Melawan VOC
Sabtu, 29 April 2023 - 05:11 WIB
loading...
Perang besar antara Mataram melawan VOC di Holandia pun terjadi. Kurangnya perbekalan membuat pasukan Mataram mengalami kehancuran. (Ist)
A
A
A
Sultan Agung yang terus melebarkan sayap kekuasaannya menyerang Banten usai menaklukan Surabaya. Sayangnya, saat ada penguasaan VOC di Banten, sehingga menjadi tantang besar bagi Sultan Agung dan kerajaan Mataram .
Untuk itu, jika ingin menguasai wilayah Banten, Sultan Agung harus melawan VOC terlebih dahulu yang dianggap sebagai batu perintang.
Sebagaimana dikisahkan dalam buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja-Raja Jawa Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita", karya Sri Wintala Achmad.
Mula-mula Sultan Agung menawarkan perdamaian dengan VOC, dengan syarat-syarat tertentu pada April 1628. Tapi tawaran itu ditolak VOC, maka Sultan Agung pun menyatakan perang melawan VOC.
Perang pun digaungkan. Sultan Agung mengirim pasukan Mataram I yang dipimpin Tumenggung Bahureksa, pada 27 Agustus 1628. Sementara pasukan berikutnya dipimpin oleh Pangeran Mandurareja pada Oktober 1628, dengan sebutan Pasukan Mataram II. Total ada 10.000 orang pasukan disiapkan Mataram.
Perang besar antara Mataram melawan VOC di Holandia pun terjadi. Kurangnya perbekalan membuat pasukan Mataram mengalami kehancuran. Alhasil Sultan Agung pun dibuat marah dan mengirim algojo untuk menghukum mati Tumenggung Bahureksa dan Pangeran Mandurareja.
Untuk itu, jika ingin menguasai wilayah Banten, Sultan Agung harus melawan VOC terlebih dahulu yang dianggap sebagai batu perintang.
Sebagaimana dikisahkan dalam buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja-Raja Jawa Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita", karya Sri Wintala Achmad.
Mula-mula Sultan Agung menawarkan perdamaian dengan VOC, dengan syarat-syarat tertentu pada April 1628. Tapi tawaran itu ditolak VOC, maka Sultan Agung pun menyatakan perang melawan VOC.
Perang pun digaungkan. Sultan Agung mengirim pasukan Mataram I yang dipimpin Tumenggung Bahureksa, pada 27 Agustus 1628. Sementara pasukan berikutnya dipimpin oleh Pangeran Mandurareja pada Oktober 1628, dengan sebutan Pasukan Mataram II. Total ada 10.000 orang pasukan disiapkan Mataram.
Perang besar antara Mataram melawan VOC di Holandia pun terjadi. Kurangnya perbekalan membuat pasukan Mataram mengalami kehancuran. Alhasil Sultan Agung pun dibuat marah dan mengirim algojo untuk menghukum mati Tumenggung Bahureksa dan Pangeran Mandurareja.
Lihat Juga :