BNPB Dorong Pemda Sorong Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir-Longsor
Senin, 20 Juli 2020 - 23:54 WIB
loading...
BNPB mendorong agar Pemda Kota Sorong untuk segera menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor serta membentuk posko penanganan darurat bencana. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mendorong agar Pemda Kota Sorong, Papua Barat utuk segera menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor serta membentuk posko penanganan darurat bencana.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati menjelaskan bahwa Pemda Kota Sorong masih melakukan upaya penanganan darurat pascabencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga yang mengungsi, seperti kebutuhan dasar, alat pembersih rumah dan alokasi anggaran operasional penanganan darurat. (Baca juga: Pemain Layangan di Bali Ditangkap karena Ganggu Listrik Bandara Ngurah Rai)
Jumlah warga terdampak masih dalam pendataan oleh BPBD setempat. "Data terakhir per 19 Juli 2020, BPBD setempat mencatat korban meninggal dunia sebanyak 5 orang dan luka-luka 4 orang. Sedangkan kerusakan rumah dan infrastruktur masih dalam proses pendataan," katanya, Senin (20/7/2020). (Baca juga: Rapat Konsolidasi PDIP Solo Ricuh, Ketua Anak Ranting Diduga Dipukul)
Disebutkan bahwa curah hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu banjir dan longsor di beberapa wilayah Sorong, Papua Barat pada hari Kamis (16/7/2020) sekitar pukul 18.00 WIT . Tak hanya itu, pasang air laut juga menyebabkan debit air Sungai Remu meluap dan merendam rumah warga.
Sementara itu, lokasi terdampak banjir di Kota Sorong berada di sembilan distrik, yakni Distrik Sorong Timur, Sorong Kota, Sorong Utara, Sorong Manoi, Sorong, Malaimsima, Klaurung, Maladumes dan Sorong Kepulauan. Sedangkan beberapa kelurahan terdampak longsor di tujuh tempat di Kelurahan Klademak, Klakubik, Puncak Cendrawasih, Malamu, Doom Barat, Remu Selatan dan Kofkerbu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati menjelaskan bahwa Pemda Kota Sorong masih melakukan upaya penanganan darurat pascabencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga yang mengungsi, seperti kebutuhan dasar, alat pembersih rumah dan alokasi anggaran operasional penanganan darurat. (Baca juga: Pemain Layangan di Bali Ditangkap karena Ganggu Listrik Bandara Ngurah Rai)
Jumlah warga terdampak masih dalam pendataan oleh BPBD setempat. "Data terakhir per 19 Juli 2020, BPBD setempat mencatat korban meninggal dunia sebanyak 5 orang dan luka-luka 4 orang. Sedangkan kerusakan rumah dan infrastruktur masih dalam proses pendataan," katanya, Senin (20/7/2020). (Baca juga: Rapat Konsolidasi PDIP Solo Ricuh, Ketua Anak Ranting Diduga Dipukul)
Disebutkan bahwa curah hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu banjir dan longsor di beberapa wilayah Sorong, Papua Barat pada hari Kamis (16/7/2020) sekitar pukul 18.00 WIT . Tak hanya itu, pasang air laut juga menyebabkan debit air Sungai Remu meluap dan merendam rumah warga.
Sementara itu, lokasi terdampak banjir di Kota Sorong berada di sembilan distrik, yakni Distrik Sorong Timur, Sorong Kota, Sorong Utara, Sorong Manoi, Sorong, Malaimsima, Klaurung, Maladumes dan Sorong Kepulauan. Sedangkan beberapa kelurahan terdampak longsor di tujuh tempat di Kelurahan Klademak, Klakubik, Puncak Cendrawasih, Malamu, Doom Barat, Remu Selatan dan Kofkerbu.
Lihat Juga :