Para Pelajar Harus Pahami Etika saat Interaksi di Internet
Jum'at, 14 April 2023 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, jika menemukan konten negatif, maka sejumlah tindakan etis perlu dilakukan. ”Lakukan analisis dan verifikasi atas konten negatif. Tidak perlu mendistribusikan dan sebaiknya produksi konten positif yang bermanfaat,” tandas Syaiful.
Sementara itu, Kepala Balai Teknologi Informasi dan Data Pendidikan Dikbud NTB Agus Siswoaji Utomo menyatakan, konsep teknologi dan internet pada dasarnya membentuk bagaimana berinteraksi (perilaku, cara berpikir, berkomunikasi).
”Untuk itu, perlu etika sebagai seperangkat aturan dan ketentuan yang mengatur bagaimana budaya digital. Etika juga diperlukan dalam berpartisipasi, berkolaborasi, dan berkomunitas,” jelas Agus. Baca juga: Predator Seksual Manfaatkan Aplikasi Keamanan Life360 untuk Memantau Korbannya
Sementara Inta Oceannia selaku key opinion leader pada webinar ini menegaskan, kreativitas dan kebebasan berekspresi di ruang digital harus diimbangi dengan kemampuan keamanan digital. Hal itu tak lepas dari fakta kejahatan dunia digital yang kini telah berkembang pesat, baik macam maupun warnanya.
”Misalnya ancaman online, penguntitan (stalking), penindasan dunia maya (cyber bullying), ujaran kebencian, peretasan, hacking, penipuan online, dan pembuatan profil akun palsu (fake account),” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Balai Teknologi Informasi dan Data Pendidikan Dikbud NTB Agus Siswoaji Utomo menyatakan, konsep teknologi dan internet pada dasarnya membentuk bagaimana berinteraksi (perilaku, cara berpikir, berkomunikasi).
”Untuk itu, perlu etika sebagai seperangkat aturan dan ketentuan yang mengatur bagaimana budaya digital. Etika juga diperlukan dalam berpartisipasi, berkolaborasi, dan berkomunitas,” jelas Agus. Baca juga: Predator Seksual Manfaatkan Aplikasi Keamanan Life360 untuk Memantau Korbannya
Sementara Inta Oceannia selaku key opinion leader pada webinar ini menegaskan, kreativitas dan kebebasan berekspresi di ruang digital harus diimbangi dengan kemampuan keamanan digital. Hal itu tak lepas dari fakta kejahatan dunia digital yang kini telah berkembang pesat, baik macam maupun warnanya.
”Misalnya ancaman online, penguntitan (stalking), penindasan dunia maya (cyber bullying), ujaran kebencian, peretasan, hacking, penipuan online, dan pembuatan profil akun palsu (fake account),” imbuhnya.
(don)
Lihat Juga :