Nasib Tragis Ki Ageng Pengging, Ayah Jaka Tingkir Dihukum Mati karena Absen Pengukuhan Sultan Demak
Selasa, 11 April 2023 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Karenanya, ia menolak hadir dalam pengukuhan Trenggono sebagai Sultan Demak Bintoro, menggantikan Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor yang mati muda. Ia memilih tenggelam dalam dzikir dan tafakur di langgarnya.
“Cara hidup dan tingkah lakunya keseharian (Ki Ageng Pengging) tidak mencerminkan sebagai seorang cucu raja besar, namun ia ganti dengan cara hidup seorang santri,” demikian dikutip dari buku ‘Jalan Gila Menuju Tuhan (2013).
Baca juga: Kisah Kesaktian Tombak Kiai Pleret Mencabut Nyawa Raja Jipang Arya Penangsang
Ki Ageng Pengging merupakan putra Raden Andayaningrat, panglima perang Majapahit yang menikah dengan Dewi Pembayun, putri sulung Prabu Brawijaya V. Dengan Sultan Trenggono, Ki Ageng Pengging terhitung saudara sepupu.
Dalam peristiwa penyerangan pasukan santri Demak ke Majapahit. Andayaningrat, ayah Ki Ageng Pengging tewas di tangan Sunan Ngudung, yakni ayah Sunan Kudus.
Paska tragedi itu, Kebo Kenanga pulang ke Pengging, yakni wilayah yang berlokasi di antara Boyolali dan Kartasura Jawa Tengah. Ki Ageng Pengging merasa hidupnya lebih tentram.
Dia tidak ingin lagi berurusan dengan Demak. Ia memilih menanti kelahiran buah hati, yakni keturunan yang sudah lama ditunggunya. Bayi laki-laki itu diberi nama Mas Karebet atau dikenal Jaka Tingkir.
Nama yang merujuk pada peristiwa yang terjadi saat proses kelahiran, yakni lahir di tengah-tengah berlangsungnya pagelaran wayang beber di mana Ki Ageng Pengging sebagai dalangnya.
Mas Karebet yang kemudian diasuh Ki Ageng Tingkir, yakni saudara seperguruan Ki Ageng Pengging kelak menjadi Raja Pajang pertama yang bergelar Sultan Hadiwijaya.
“Cara hidup dan tingkah lakunya keseharian (Ki Ageng Pengging) tidak mencerminkan sebagai seorang cucu raja besar, namun ia ganti dengan cara hidup seorang santri,” demikian dikutip dari buku ‘Jalan Gila Menuju Tuhan (2013).
Baca juga: Kisah Kesaktian Tombak Kiai Pleret Mencabut Nyawa Raja Jipang Arya Penangsang
Ki Ageng Pengging merupakan putra Raden Andayaningrat, panglima perang Majapahit yang menikah dengan Dewi Pembayun, putri sulung Prabu Brawijaya V. Dengan Sultan Trenggono, Ki Ageng Pengging terhitung saudara sepupu.
Dalam peristiwa penyerangan pasukan santri Demak ke Majapahit. Andayaningrat, ayah Ki Ageng Pengging tewas di tangan Sunan Ngudung, yakni ayah Sunan Kudus.
Paska tragedi itu, Kebo Kenanga pulang ke Pengging, yakni wilayah yang berlokasi di antara Boyolali dan Kartasura Jawa Tengah. Ki Ageng Pengging merasa hidupnya lebih tentram.
Dia tidak ingin lagi berurusan dengan Demak. Ia memilih menanti kelahiran buah hati, yakni keturunan yang sudah lama ditunggunya. Bayi laki-laki itu diberi nama Mas Karebet atau dikenal Jaka Tingkir.
Nama yang merujuk pada peristiwa yang terjadi saat proses kelahiran, yakni lahir di tengah-tengah berlangsungnya pagelaran wayang beber di mana Ki Ageng Pengging sebagai dalangnya.
Mas Karebet yang kemudian diasuh Ki Ageng Tingkir, yakni saudara seperguruan Ki Ageng Pengging kelak menjadi Raja Pajang pertama yang bergelar Sultan Hadiwijaya.
Lihat Juga :