Syahwat Jahanam Guru TPQ Tak Terbendung, Cabuli 8 Santri Berdalih Setor Hafalan Al-Qur'an
Senin, 10 April 2023 - 17:43 WIB
loading...
Oknum guru ngaji pelaku pencabulan Delapan santri, Z saat di amankan di Mapolres Bangka Tengah. Foto: iNews.id/Rachmat Kurniawan
A
A
A
BANGKA TENGAH - Seorang guru ngaji berinisial Z hanya bisa pasrah diringkus polisi setelah perbuatan bejatnya terbongkar. Dia ditangkap setelah korban melaporkan pelaku ke polisi.
Dalam pengakuannya, pelaku mencabuli 8 orang santri yang masih berusia 12-13 tahun di sebuah Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) di Desa Minggu Kecamatan Sungaiselan Kabupaten Bangka Tengah.
"Korban di laporkan pada Minggu (9/4/2023), setelah pada hari Jum'at (8/4/2023) lalu aksi pelaku terbongkar. Setelah salah satu orang tua korban melaporkan aksi pelaku kepada Kepala Desa Munggu,” kata Kapolres Bangka Tengah, AKBP Dwi Budi Murtiono, Senin (10/4/2023).
Baca juga: Bejat, Oknum Guru di Cirebon Cabuli Belasan Muridnya
Sementara, kepala desa langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan berinisiatif mengamankan pelaku agar dapat meredam situasi serta menghindari hal yang tidak di inginkan dari para keluarga korban dan masyarakat," ujar Kapolres Bangka Tengah, AKBP. Dwi Budi Murtiono, S.IK, MH pada Senin (10/04/2023).
Atas pengembangan yang di lakukan, di ketahui korban dari Z bertambah menjadi Delapan orang.
Dalam pengakuannya, pelaku mencabuli 8 orang santri yang masih berusia 12-13 tahun di sebuah Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) di Desa Minggu Kecamatan Sungaiselan Kabupaten Bangka Tengah.
"Korban di laporkan pada Minggu (9/4/2023), setelah pada hari Jum'at (8/4/2023) lalu aksi pelaku terbongkar. Setelah salah satu orang tua korban melaporkan aksi pelaku kepada Kepala Desa Munggu,” kata Kapolres Bangka Tengah, AKBP Dwi Budi Murtiono, Senin (10/4/2023).
Baca juga: Bejat, Oknum Guru di Cirebon Cabuli Belasan Muridnya
Sementara, kepala desa langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan berinisiatif mengamankan pelaku agar dapat meredam situasi serta menghindari hal yang tidak di inginkan dari para keluarga korban dan masyarakat," ujar Kapolres Bangka Tengah, AKBP. Dwi Budi Murtiono, S.IK, MH pada Senin (10/04/2023).
Atas pengembangan yang di lakukan, di ketahui korban dari Z bertambah menjadi Delapan orang.
Lihat Juga :