Kebakaran Marak saat Ramadan, Anggota DPRD DKI Kenneth: Warga Harus Terus Diberi Edukasi
Sabtu, 08 April 2023 - 22:18 WIB
loading...
A
A
A
"Gulkarmat DKI dan PLN harus bekerja sama terus memberikan edukasi dan sosialisasi, serta mengingatkan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya bencana kebakaran yang mengancam, terutama saat bulan suci Ramadan. Pada saat bulan Ramadan ini kita harus lebih extra waspada lagi, karena bahaya kebakaran bisa mengancam siapa pun, kapan pun dan di mana pun. Karena itulah saya minta masyarakat juga untuk terus waspada," beber pria yang akrab disapa Bang Kent itu.
Baca Juga: Kebakaran di Pademangan Barat, 15 Unit Damkar Dikerahkan
Selain itu, sambung Kent, perangkat Camat, Lurah hingga RT dan RW juga harus berperan aktif lebih masif lagi di tatanan masyarakat bawah untuk sering sering memberikan pemahaman terkait dampak bahaya kebakaran, dan menumbuhkan rasa peduli terhadap keselamatan sesama.
"Menurut saya bencana kebakaran ini adalah fenomena yang berulang yang sering sekali terjadi, terutama di permukiman padat dan yang bagaimanapun harus segera dipikirkan jalan keluarrnya. Jadi jangan terkesan seperti ada pembiaran," tukasnya.
"Saran saya sebagai salah satu stakeholder, pihak PLN bisa berkolaborasi dengan pemerintah DKI Jakarta dalam memberikan pemahaman soal instalasi pemasangan listrik yang benar supaya masyarakat tidak sembarangan menyambung kabel yang tidak sesuai aturan, karena dampaknya yang sangat berbahaya dan PLN harus berperan aktif terkait hal ini," sambung Kent.
Kent juga meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar bisa memberikan terobosan baru agar bencana kebakaran di Jakarta bisa semakin berkurang, seperti memonitor pembangunan rumah yang layak agar sistem kelistrikan tidak berantakan.
"Pemprov DKI harus berpikir solutif, buat terobosan yang baru cara menanggulangi bencana kebakaran. Jelaskan bahaya serta ancaman hukumannya jika masyarakat yang memasang kabel listrik tidak sesuai aturan, apalagi yang berpotensi menimbulkan konsleting listrik hingga mengakibatkan kebakaran," tegas Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI ini.
Baca Juga: Kebakaran di Pademangan Barat, 15 Unit Damkar Dikerahkan
Selain itu, sambung Kent, perangkat Camat, Lurah hingga RT dan RW juga harus berperan aktif lebih masif lagi di tatanan masyarakat bawah untuk sering sering memberikan pemahaman terkait dampak bahaya kebakaran, dan menumbuhkan rasa peduli terhadap keselamatan sesama.
"Menurut saya bencana kebakaran ini adalah fenomena yang berulang yang sering sekali terjadi, terutama di permukiman padat dan yang bagaimanapun harus segera dipikirkan jalan keluarrnya. Jadi jangan terkesan seperti ada pembiaran," tukasnya.
"Saran saya sebagai salah satu stakeholder, pihak PLN bisa berkolaborasi dengan pemerintah DKI Jakarta dalam memberikan pemahaman soal instalasi pemasangan listrik yang benar supaya masyarakat tidak sembarangan menyambung kabel yang tidak sesuai aturan, karena dampaknya yang sangat berbahaya dan PLN harus berperan aktif terkait hal ini," sambung Kent.
Kent juga meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar bisa memberikan terobosan baru agar bencana kebakaran di Jakarta bisa semakin berkurang, seperti memonitor pembangunan rumah yang layak agar sistem kelistrikan tidak berantakan.
"Pemprov DKI harus berpikir solutif, buat terobosan yang baru cara menanggulangi bencana kebakaran. Jelaskan bahaya serta ancaman hukumannya jika masyarakat yang memasang kabel listrik tidak sesuai aturan, apalagi yang berpotensi menimbulkan konsleting listrik hingga mengakibatkan kebakaran," tegas Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI ini.
Lihat Juga :