Pengentasan Stunting, Anggota DPRD DKI Kenneth: Harus Dilakukan secara Gotong Royong
Kamis, 06 April 2023 - 23:31 WIB
loading...
A
A
A
"Sesuai perintah Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri, semua kader PDIP harus turun dan peduli kepada masyarakat, terutama kepada balita-balita yang menderita gizi buruk. Saya sebagai kader harus peka dan sensitif terhadap masalah stunting ini, ucapnya.
Baca Juga: Kemenkes Akan Kirim 10.000 USG ke Puskesmas untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Stunting
"Karena hal tersebutlah maka saya hadir melakukan aksi nyata dengan memberikan bantuan terhadap balita yang terkena stunting ini. Saya juga berusaha menterjemahkan apa yang menjadi perhatian dari Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri, yaitu penanggulangan terhadap permasalahan stunting" lanjut Kepala Badan Penanggulangan Bencana PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta itu.
Diketahui, saat ini angka stunting masih sekitar 21,52% atau hanya menurun 2,9% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 24,4%. Sehingga untuk mencapai target 14% di tahun 2024 perlu ada upaya percepatan yang perlu didukung berbagai pihak.
Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu berharap, dengan adanya dukungan semua pihak, angka stunting di Jakarta dapat menurun.
Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang, sehingga menyebabkan terganggunya pertumbuhan pada anak.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Ibu Kota sebesar 14,8% pada tahun lalu. DKI Jakarta merupakan provinsi dengan prevalensi balita stunting terendah kedua di Indonesia pada 2022.
Baca Juga: Kemenkes Akan Kirim 10.000 USG ke Puskesmas untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Stunting
"Karena hal tersebutlah maka saya hadir melakukan aksi nyata dengan memberikan bantuan terhadap balita yang terkena stunting ini. Saya juga berusaha menterjemahkan apa yang menjadi perhatian dari Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri, yaitu penanggulangan terhadap permasalahan stunting" lanjut Kepala Badan Penanggulangan Bencana PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta itu.
Diketahui, saat ini angka stunting masih sekitar 21,52% atau hanya menurun 2,9% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 24,4%. Sehingga untuk mencapai target 14% di tahun 2024 perlu ada upaya percepatan yang perlu didukung berbagai pihak.
Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu berharap, dengan adanya dukungan semua pihak, angka stunting di Jakarta dapat menurun.
Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang, sehingga menyebabkan terganggunya pertumbuhan pada anak.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Ibu Kota sebesar 14,8% pada tahun lalu. DKI Jakarta merupakan provinsi dengan prevalensi balita stunting terendah kedua di Indonesia pada 2022.
Lihat Juga :