19 Ribu Kendaraan Pemudik Diprediksi Lewati Tol Kramasan Ogan Ilir
Rabu, 05 April 2023 - 19:18 WIB
loading...
Pada puncak mudik, 19 ribu kendaraan pemudik diprediksi akan melewati Tol Kramasan Ogan Ilir. Foto: SINDOnews/Dede Febriansyah
A
A
A
PALEMBANG - Sebanyak 19 ribu unit kendaraan diprediksi akan melintas di jalan tol Trans Sumatera melalui gerbang tol Kramasan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan pada puncak arus mudik mendatang.
Manajer Operasional Jalan Tol Trans Sumatera ruas Kayuagung-Palembang PT Waskita Sriwijaya Tol, Sabdo Harimurti mengatakan, bahwa belasan ribu kendaraan akan memadati ruas tol wilayahnya pada puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 19-20 April 2023.
Baca juga: 21,2 Juta Orang Mudik ke Jatim, Dishub Siapkan 652 Bus dan 99 Gerbong KA
"Puncak arus mudik lebaran tahun 2023 ini diprediksi akan berlangsung pada tanggal 19-20 April 2023 atau dua hari sebelum lebaran Idul Fitri," ujar Sabdo Harimurti, Rabu (5/4/2023).
Dijelaskan Sabdo, pihaknya juga mencatat adanya kenaikan 10 persen jumlah kenaikan kendaraan pemudik dibanding periode yang sama pada tahun 2022 lalu yang hanya mencapai 18 ribu kendaraan.
"Kenaikan ini juga dipengaruhi denga kembali normalnya aktivitas masyarakat pasca pandemi COVID-19, serta dicabutnya peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah," jelasnya.
Manajer Operasional Jalan Tol Trans Sumatera ruas Kayuagung-Palembang PT Waskita Sriwijaya Tol, Sabdo Harimurti mengatakan, bahwa belasan ribu kendaraan akan memadati ruas tol wilayahnya pada puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 19-20 April 2023.
Baca juga: 21,2 Juta Orang Mudik ke Jatim, Dishub Siapkan 652 Bus dan 99 Gerbong KA
"Puncak arus mudik lebaran tahun 2023 ini diprediksi akan berlangsung pada tanggal 19-20 April 2023 atau dua hari sebelum lebaran Idul Fitri," ujar Sabdo Harimurti, Rabu (5/4/2023).
Dijelaskan Sabdo, pihaknya juga mencatat adanya kenaikan 10 persen jumlah kenaikan kendaraan pemudik dibanding periode yang sama pada tahun 2022 lalu yang hanya mencapai 18 ribu kendaraan.
"Kenaikan ini juga dipengaruhi denga kembali normalnya aktivitas masyarakat pasca pandemi COVID-19, serta dicabutnya peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah," jelasnya.
Lihat Juga :