Sudah 4.000 Lebih Pasien COVID-19 Sembuh di Sulsel

Senin, 20 Juli 2020 - 06:00 WIB
loading...
Sudah 4.000 Lebih Pasien...
Tren kesembuhan COVID-19 di Sulsel kini melebihi separuh dari jumlah kasus positif. Angka kesembuhan (recovery rate) mencapai di atas 52,5% dari seluruh kasus yang dilaporkan di Sulsel. Foto : SINDOnews/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Tren kesembuhan COVID-19 di Sulsel kini melebihi separuh dari jumlah kasus positif. Angka kesembuhan (recovery rate) mencapai di atas 52,5% dari seluruh kasus yang dilaporkan di Sulsel. Baca : Update COVID-19 di Sulsel: 7.881 Positif, 3.679 Sembuh dan 270 Meninggal

Berdasarkan data Gugus Tugas COVID-19 per tanggal 19 Juli 2020, tercatat angka kesembuhan di Sulsel mencapai 4.201 orang. Capaian ini melewati setengah dari total kasus positif COVID-19 yang dilaporkan mencapai 8.072 orang.

Capaian akumulasi angka kesembuhan ini atas kontribusi peningkatan pasien sembuh yang mengalami fluktuasi hampir rerata 100 orang tiap harinya. Bahkan sejak kemarin, rekor tertinggi pasien sembuh tercatat ada penambahan 522 orang di Sulsel.

Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin mengaku, tren kesembuhan ini menjadi kabar baik di Sulsel. Apalagi peningkatan kesembuhan ada kenaikan 5 kali lipat dari penambahan beberapa hari sebelumnya.

"Angka kesembuhan di Sulsel sekira 52,5%. ada tanda-tanda yang sangat bagus melihat kesembuhan naik hampir lima kali lipat," ujar Ridwan kepada SINDOnews, kemarin.

Diketahui, dalam sepekan terakhir, angka kesembuhan di Sulsel tembus lebih dari seribu orang. Dengan rerata penambahan 100 tiap harinya. Sejak Sabtu (11/07/2020) lalu mulai ada penambahan sebanyak 176 pasien sembuh, lalu hari berikutnya kembali tercatat 160 pasien sembuh (12/07/2020).

Bahkan, pada hari Senin (13/07/2020) peningkatan signifikan kembali terjadi dengan penambahan 259 pasien sembuh. Kemudian hari berikutnya ada penambahan 144 orang (14/07/2020), 113 orang (15/07/2020), lalu 211 orang (16/07/2020). Sepanjutnya tercatat ada penambahan 115 pasien sembuh (17/07/2020), kemudian 78 pasien sembuh (18/07/2020).

"Pertumbuhan kasus sudah semakin merapat ke angka (Rt) 1. Jadi trend yang bagus ini harus dapat lebih dipertahankan, dan terus disasar untuk kelompok-kelompok potensial penularan," papar dia. Baca Juga : Dalam Sepekan, Lebih 100 Orang Pasien COVID-19 di Sulsel Sembuh

Meski begitu, Ridwan tetap meminta pemerintah dan masyarakat tidak lengah. Laju penularan COVID-19 masih terjadi dan patut diwaspadai. Data gugus tugas, tercatat ada penambahan 158 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 baru di Sulsel, kemarin.

Penambahan kasus baru positif COVID-19 itu sebagian besar masih terjadi di Kota Makassar sebanyak 93 kasus. Kemudian disusul dari Maros 28, Gowa 15, Bantaeng 7, Pangkep 5, Parepare 3, dan Luwu Timur dan Tana Toraja masing-masing penambahan 2 kasus. Selanjutnya Palopo, Sinjai, serta Takalar masing-masing berkontribusi penambahan 1 kasus baru.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Sulsel ini menilai, penularan kasus Covid-19 di Sulsel terjadi lewat transmisi lokal atau antar komunitas. Dengan kondisi demikian, sumber penularan dianggap tidak terdeteksi dan sulit diklaster.

Lanjut Ridwan, penularan virus sebagian besar terjadi pada kelompok rentan. Pada usia kelompok usia kerja antara 20-45 tahun. Pemerintah diharap lebih memaksimalkan peran RT/RW sebagai garda terdepan dalam upaya pengendalian COVID-19, utamanya pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan.

"Pemerintah kota lebih mengaktifkan peran RT RW, meningkatkan peran aktif seluruh pelaku usaha. Selain itu melibatkan secara maksimal peran masjid untuk memastikan semua masjid sudah menerapkan protokol kesehatan. Pasar-pasar sudah harus dipastikan menerapkan protokol kesehatan," tegasnya.

Program trisula yang dilaksanakan lewat tracing dan testing masif, serta pelaksanaan edukasi masih perlu digalakkan. Kendati begitu Ridwan mengungkapkan, agenda protokol kesehatan masih perlu ditingkatkan sebagai upaya efektif pencegahan penularan virus korona.

Pasalnya, masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan mulai dari pakai masker, rajin cuci dan jaga jarak, dianggap menjadi salah satu potensi penyebaran virus. Hal ini memberikan kontribusi pada peningkatan kasus positif.

"Kita membutuhkan gerakan massal terhadap protokol kesehatan. Untuk kedisiplinan ini yg menjadi tantangannya. Adaptasi kebiasaan baru butuh struktural intervensi dan lingkungan yang men-support," harap Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas ini.

Diketahui, angka kasus positif (positivity rate) di Sulsel hingga saat ini sudah di angka 15%. Dengan akumulasi kasus positif 8.072, ada sebanyak 3.594 orang diantaranya masih dirawat di pusat layanan kesehatan, baik di rumah sakit maupun lewat program isolasi mandiri terpusat. Sementara yang meninggal tercatat 277 orang.

Angka kesembuhan pun dinilai berkorelasi dengan rendahnya kasus kematian. Pasien terpapar COVID-19 yang masuk dalam fase kritis hingga berujung kematian bisa ditekan. Fatality rate (angka kematian) atau angka kematian di Sulsel saat ini 3%.

"Angka kefatalan kasus semakin kecil, artinya semakin membaik. Intinya semakin tinggi kesembuhan, tentu kematian semakin menurun," pungkas Ridwan. Baca Lagi : Sampai Hari Ini, 760 PNS Terinfeksi Virus Corona
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perjuangan Nakes COVID-19,...
Perjuangan Nakes COVID-19, Dikhawatirkan Keluarga hingga Kehilangan Teman Dekat
3 PMI Asal Jatim Positif...
3 PMI Asal Jatim Positif Terinfeksi Virus Corona Varian Baru, 1 Sembuh
Sejumlah Pekerja Positif...
Sejumlah Pekerja Positif COVID-19, Diduga Terpapar dari Siswa PKL
Kasus COVID-19 Mulai...
Kasus COVID-19 Mulai Terkendali, Sleman Harap PTKM Tak Diperpanjang
Update Corona DIY, Positif...
Update Corona DIY, Positif Tambah 217 Kasus, Total Jadi 23403 Orang
Tanpa Gejala, Wakil...
Tanpa Gejala, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi Terkonfirmasi COVID-19
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Ketua Presidium IPW...
Ketua Presidium IPW Neta S Pane Dikabarkan Positif Covid-19
Jumlah Kasus Covid-19...
Jumlah Kasus Covid-19 di Korea Utara 2020 Hingga Sekarang: Nol
Rekomendasi
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved