FEB Unisma Kupas Persoalan Kecurangan Laporan Keuangan
Minggu, 19 Juli 2020 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
"Perwujudan tata kelola yang baik diberbagai perusahaan maupun instansi pemerintah, seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan seperti praktik kecurangan yang ditunjukkan maraknya skandal akuntansi, rendahnya tingkat kepercayaan pada keandalan dan obyektivitas laporan keuangan. Untuk itulah peranan auditor menjadi semakin penting," ungkapnya.
Forum ini sengaja menghadirkan para praktisi baik dari lingkungan sektor publik yaitu auditor Internal Kementan, dan Auditor Eksternal KAP Hari Purnono and Jaswadi, agar semua peserta webinar ini memahami bagaimana peran masing- masing auditor tersebut dalam mendeteksi kecurangan, guna mewujudkan tata kelola yang baik.
(Baca juga: SMK Pertanian Ansoruna Hade Rancage Purwakarta Cetak Petani yang Nyantri )
Diana berharap, kegiatan webinar yang ke 25 ini dapat memberikan wawasan, masukan, dan penguatan kompetensi kepada calon lulusan yang ingin berprofesi menjadi auditor. Mereka harus memperhatikan berbagai praktik kecurangan yang melanggar tatanan GCG.
"Sedini mungkin tatanan menjadi auditor yang kompeten, independen, dan berintegritas harus kita kenalkan, serta bagaimana penerapan tata kelola perusahaan berdasar prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan fairness," ujarnya.
Sulitnya mewujudkan High Quality Reporting (laporan keuangan yang berkualitas), menurutnya bisa saja terjadi dari penyusunan laporan keuangan dan auditor yang tidak menegakkan integritas, independensi, dan obyektivitas dalam audit. Tak jarang fraud terjadi karena kerjasama antar penyusunan laporan keuangan, dan rendahnya integritas auditor.
"Penting bagi perguruan tinggi untuk memperkuat karakter lulusan. Ini menjadi tugas kami sebagai perguruan tinggi, pencetak calon akuntan yang harusnya mampu menegakkan komptensi teknis, etika dan moral yang tinggi," ungkapnya usai webinar.
Hal ini, kata Diana menjadi fokus perguruan tinggi khususnya prodi Akuntansi FEB Unisma , mencetak lulusan yang ingin menjadi auditor berkualitas ke depannya. "Berbagai masukan dalam forum ini, akan kami jadikan rujukan dalam melakukan perombakan kurikulum 'Merdeka Belajar' yang saat ini sedang kami godok, serta peningkatan infrastruktur laboratorium, IT, serta ekspansi kerjasama dengan berbagai mitra," jelas Diana.
Forum ini sengaja menghadirkan para praktisi baik dari lingkungan sektor publik yaitu auditor Internal Kementan, dan Auditor Eksternal KAP Hari Purnono and Jaswadi, agar semua peserta webinar ini memahami bagaimana peran masing- masing auditor tersebut dalam mendeteksi kecurangan, guna mewujudkan tata kelola yang baik.
(Baca juga: SMK Pertanian Ansoruna Hade Rancage Purwakarta Cetak Petani yang Nyantri )
Diana berharap, kegiatan webinar yang ke 25 ini dapat memberikan wawasan, masukan, dan penguatan kompetensi kepada calon lulusan yang ingin berprofesi menjadi auditor. Mereka harus memperhatikan berbagai praktik kecurangan yang melanggar tatanan GCG.
"Sedini mungkin tatanan menjadi auditor yang kompeten, independen, dan berintegritas harus kita kenalkan, serta bagaimana penerapan tata kelola perusahaan berdasar prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan fairness," ujarnya.
Sulitnya mewujudkan High Quality Reporting (laporan keuangan yang berkualitas), menurutnya bisa saja terjadi dari penyusunan laporan keuangan dan auditor yang tidak menegakkan integritas, independensi, dan obyektivitas dalam audit. Tak jarang fraud terjadi karena kerjasama antar penyusunan laporan keuangan, dan rendahnya integritas auditor.
"Penting bagi perguruan tinggi untuk memperkuat karakter lulusan. Ini menjadi tugas kami sebagai perguruan tinggi, pencetak calon akuntan yang harusnya mampu menegakkan komptensi teknis, etika dan moral yang tinggi," ungkapnya usai webinar.
Hal ini, kata Diana menjadi fokus perguruan tinggi khususnya prodi Akuntansi FEB Unisma , mencetak lulusan yang ingin menjadi auditor berkualitas ke depannya. "Berbagai masukan dalam forum ini, akan kami jadikan rujukan dalam melakukan perombakan kurikulum 'Merdeka Belajar' yang saat ini sedang kami godok, serta peningkatan infrastruktur laboratorium, IT, serta ekspansi kerjasama dengan berbagai mitra," jelas Diana.
Lihat Juga :