SMK Pertanian Ansoruna Hade Rancage Purwakarta Cetak Petani yang Nyantri
Minggu, 19 Juli 2020 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya itu, setiap siswa diharuskan menimba ilmu agama di sejumlah pesantren di sekitar SMK. Pagi hingga sore, mereka belajar di sekolah dan malam menimba ilmu di pesantren. Artinya SMK Pertanian Ansoruna Hade Rancage ingin mencetak petani unggul yang nyantri.
Pimpinan Yayasan Hade Rancage Citalaga sebagai lembaga yang menaungi SMK Deni Ahmad Haidar mengatakan, pembiayaan semua siswan bersumber dari pengelolaan lahan pertanian.
Setiap siswa diberi lahan untuk ditanami berbagai macam komoditas pertanian. Teknik penanaman pun dilakukan berdasarkan teori yang didapat di kelas, selain penentuan komoditas sebagaimana permintaan pasar.
"Hasil pertanian yang dikelola siswa inilah menjadi biaya untuk bersekolah dan mondok di pesantren. Pola ini kami kembangkan agar anak-anak di perdesaan mau bersekolah tanpa harus memikirkan biaya. Kami juga menumbuhkan pola pikir kepada siswa agar jangan membiarkan sejengkal tanah pun telantar. Semuanya ditanami," kata Deni kepada SINDOnews, Selasa (14/7/2020).
Sementara itu, tampak sejumlah siswa dengan telaten mengurus tanaman jagung yang sebentar lagi akan dipanen. Rumput dan ilalang yang banyak tumbuh di sekitar pohon jagung dibersihkannya agar tanaman itu tumbuh subur. Beberapa di antaranya menaburkan pupuk kandang agar nutrisi tanah tetap terjaga.
Pimpinan Yayasan Hade Rancage Citalaga sebagai lembaga yang menaungi SMK Deni Ahmad Haidar mengatakan, pembiayaan semua siswan bersumber dari pengelolaan lahan pertanian.
Setiap siswa diberi lahan untuk ditanami berbagai macam komoditas pertanian. Teknik penanaman pun dilakukan berdasarkan teori yang didapat di kelas, selain penentuan komoditas sebagaimana permintaan pasar.
"Hasil pertanian yang dikelola siswa inilah menjadi biaya untuk bersekolah dan mondok di pesantren. Pola ini kami kembangkan agar anak-anak di perdesaan mau bersekolah tanpa harus memikirkan biaya. Kami juga menumbuhkan pola pikir kepada siswa agar jangan membiarkan sejengkal tanah pun telantar. Semuanya ditanami," kata Deni kepada SINDOnews, Selasa (14/7/2020).
Sementara itu, tampak sejumlah siswa dengan telaten mengurus tanaman jagung yang sebentar lagi akan dipanen. Rumput dan ilalang yang banyak tumbuh di sekitar pohon jagung dibersihkannya agar tanaman itu tumbuh subur. Beberapa di antaranya menaburkan pupuk kandang agar nutrisi tanah tetap terjaga.
(awd)
Lihat Juga :