Bubarkan Tawuran di Tanggul Kalibaru, Aipda Yulianus Terluka Akibat Lemparan Celurit
Kamis, 30 Maret 2023 - 22:23 WIB
loading...
Polres Jakarta Utara merilis kasus tawuran yang melukai anggota polisi bernama Aipda Yulianus. Saat ini, lima pelaku sudah diamankan polisi. Foto: MPI/Yohannes Tobing
A
A
A
JAKARTA - Seorang anggota polisi bernama Aipda Yulianus menjadi korban luka saat berupaya membubarkan ratusan pemuda dari dua kelompok yang bertikai di tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Aipda Yulianus terkena lempira celurit dalam kejadian itu.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Iverson Manossoh mengatakan, Aipda Yulianus dilempar celurit saat berupaya membubarkan dua kelompok pemuda yang bertikai di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB. Baca juga: Hindari Tawuran, Pemuda 20 Tahun Tewas Terjun ke Kali Bekasi
"Yang bersangkutan dilempari senjata tajam mengakibatkan luka yang cukup serius di bagian lutut dan menjalani perawatan di rumah sakit," kata Iverson kepada wartawan, Kamis (30/3/2023).
Menurut Iverson, ratusan pemuda ini berasal dari dua kelompok berbeda, yakni pemuda Gang Buntu dan pemuda Gang Bedeng yang saling serang menggunakan senjata tajam.
"Mereka dari dua kelompok ini adalah warga yang tinggal di dekat tanggul alias di sekitar pesisir Kalibaru yang mempersiapkan senjata tajam, perkiraan jumlah dari kelompok ini 100 orang lebih," tuturnya.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Iverson Manossoh mengatakan, Aipda Yulianus dilempar celurit saat berupaya membubarkan dua kelompok pemuda yang bertikai di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB. Baca juga: Hindari Tawuran, Pemuda 20 Tahun Tewas Terjun ke Kali Bekasi
"Yang bersangkutan dilempari senjata tajam mengakibatkan luka yang cukup serius di bagian lutut dan menjalani perawatan di rumah sakit," kata Iverson kepada wartawan, Kamis (30/3/2023).
Menurut Iverson, ratusan pemuda ini berasal dari dua kelompok berbeda, yakni pemuda Gang Buntu dan pemuda Gang Bedeng yang saling serang menggunakan senjata tajam.
"Mereka dari dua kelompok ini adalah warga yang tinggal di dekat tanggul alias di sekitar pesisir Kalibaru yang mempersiapkan senjata tajam, perkiraan jumlah dari kelompok ini 100 orang lebih," tuturnya.
Lihat Juga :