Akademisi Menilai Pemerintahan Kolaboratif Jadi Solusi Kemaslahatan Warga Medan
Minggu, 19 Juli 2020 - 15:01 WIB
loading...
Pengamat politik yang juga akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU), Faisal Riza. (Foto/SINDOnews/Satana Nasution)
A
A
A
MEDAN - Kalangan akademis i menilai konsep pemerintahan kolaboratif (collaborative government) sebagai solusi kemaslahatan bagi warga Medan.
Pasalnya, konseppemerintahan kolaboratif tidak melulu yang mengambil keputusan, tetapi justru lebih peka melibatkan masyarakat dalam mengambil keputusan yang dianggap penting.
“Collaborative government itu bersifat egaliter. Pemerintah akan banyak melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan yang memang dampaknya untuk masyarakat itu sendiri,” ujar akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Faisal Riza kepada wartawan di Medan, Minggu (19/7/2020). (BACA JUGA: Kantongi Restu Jokowi, Putra Yusril Ihza Mahendra Maju di Pilkada Belitung Timur)
Konsep ini sendiri diusungMuhammad Bobby Afif Nasution.Nah, dengan menerapkan konsep pemerintahan kolaboratif, lanjut akademisi yang juga pengamat politik dan pemerintahan ini, Bobby Nasution akan membuka selebar-lebarnya ruang untuk menampung aspirasi dan partisipasi masyarakat dalam kerja-kerja pembangunan. Tentu muaranya pada kebaikan bersama.
“Dalam bahasa UUD (undang-undang dasar), memajukan kesejahteraan umum. Di barat disebut public good, di latin namanya bonum publicum, dan dalam Islam namanya maslahah ar raiyyah. Kemaslahatan rakyat," paparnya.
Pasalnya, konseppemerintahan kolaboratif tidak melulu yang mengambil keputusan, tetapi justru lebih peka melibatkan masyarakat dalam mengambil keputusan yang dianggap penting.
“Collaborative government itu bersifat egaliter. Pemerintah akan banyak melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan yang memang dampaknya untuk masyarakat itu sendiri,” ujar akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Faisal Riza kepada wartawan di Medan, Minggu (19/7/2020). (BACA JUGA: Kantongi Restu Jokowi, Putra Yusril Ihza Mahendra Maju di Pilkada Belitung Timur)
Konsep ini sendiri diusungMuhammad Bobby Afif Nasution.Nah, dengan menerapkan konsep pemerintahan kolaboratif, lanjut akademisi yang juga pengamat politik dan pemerintahan ini, Bobby Nasution akan membuka selebar-lebarnya ruang untuk menampung aspirasi dan partisipasi masyarakat dalam kerja-kerja pembangunan. Tentu muaranya pada kebaikan bersama.
“Dalam bahasa UUD (undang-undang dasar), memajukan kesejahteraan umum. Di barat disebut public good, di latin namanya bonum publicum, dan dalam Islam namanya maslahah ar raiyyah. Kemaslahatan rakyat," paparnya.
Lihat Juga :