Malangnya Nasib Siswa SMP Ini, Kembali Dianiaya hingga Tewas saat Masih Pemulihan
Jum'at, 24 Maret 2023 - 05:05 WIB
loading...
Adrianto Saputra (48), ayah korban ARSS (15) menunjukkan foto anaknya siswa SMP di Sukabumi yang tewas mengenaskan usai dibacok. Foto: MPI/Dharmawan Hadi
A
A
A
SUKABUMI - Nasib tragis dialami ARSS (15) seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Sukabumi , belum pulih dari luka bacokan 14 hari yang lalu, dia kembali dianiaya namun sayang kali ini nyawanya tak tertolong.
Kejadian pertama pembacokan kepada korban terjadi di kawasan Kampung Babakan RT 02/06, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, pada Senin (20/2/2023) sekira pukul 17.00 WIB. Korban bersama RIP (16) disabet celurit saat bermain game online oleh 5 pelajar lain.
Korban ARSS mengalami luka bacok di bagian punggung dan ibu jari tangan sebelah kiri. Sedangkan temannya RIP mengalami luka bacok di bagian kaki sebelah kanan. Kasus tersebut lalu diselesaikan secara diversi dengan restorative justice.
Baca juga: Sadis! Siswa SMP di Sukabumi Tewas Dibacok, Pelaku Sempat Live di Medsos
Lalu kejadian kedua, korban kembali dianiaya di depan gerbang perumahan Pesona Mayanti, Jalan Cibuntu, Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, pada Rabu (22/3/2023). Korban mengalami luka sabetan senjata tajam pada bagian tangan hingga hampir putus dan kepala yang retak akibat dibacok.
Ayah korban, Adrianto Saputra (48) berharap kepada pihak kepolisian untuk segera menyelesaikan kasus ini dengan mencari pelaku sampai dapat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dilakukan kepada anaknya.
Kejadian pertama pembacokan kepada korban terjadi di kawasan Kampung Babakan RT 02/06, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, pada Senin (20/2/2023) sekira pukul 17.00 WIB. Korban bersama RIP (16) disabet celurit saat bermain game online oleh 5 pelajar lain.
Korban ARSS mengalami luka bacok di bagian punggung dan ibu jari tangan sebelah kiri. Sedangkan temannya RIP mengalami luka bacok di bagian kaki sebelah kanan. Kasus tersebut lalu diselesaikan secara diversi dengan restorative justice.
Baca juga: Sadis! Siswa SMP di Sukabumi Tewas Dibacok, Pelaku Sempat Live di Medsos
Lalu kejadian kedua, korban kembali dianiaya di depan gerbang perumahan Pesona Mayanti, Jalan Cibuntu, Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, pada Rabu (22/3/2023). Korban mengalami luka sabetan senjata tajam pada bagian tangan hingga hampir putus dan kepala yang retak akibat dibacok.
Ayah korban, Adrianto Saputra (48) berharap kepada pihak kepolisian untuk segera menyelesaikan kasus ini dengan mencari pelaku sampai dapat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dilakukan kepada anaknya.
Lihat Juga :