Termakan Hoaks Corona, 700 Warga Iran Tewas Akibat Tenggak Methanol
Selasa, 28 April 2020 - 20:11 WIB
loading...
A
A
A
Keracunan metanol menyebabkan kerusakan organ dan otak yang tertunda serta dapat menyebabkan gejala seperti nyeri dada, hiperventilasi, kebutaan, dan memicu koma.
"Negara-negara lain hanya memiliki satu masalah, yaitu pandemi virus Corona baru. Tetapi kami berjuang di dua front di sini," kata Dr Hossein Hassanian, penasihat Kementerian Kesehatan Iran.
"Kita harus menyembuhkan orang-orang dengan keracunan alkohol dan juga melawan virus Corona," jelasnya.
Menanggapi wabah virus Corona, Pemerintah Iran mengumumkan akan memungkinkan peningkatan produksi alkohol untuk keperluan medis. Iran saat ini memiliki lebih dari 40 pabrik penghasil alkohol yang telah dialokasikan untuk perusahaan farmasi dan sanitasi barang.
Bersama dengan Turki, Iran menghadapi salah satu wabah virus Corona terburuk di Timur Tengah dengan 5.806 kematian dan lebih dari 91.000 kasus dikonfirmasi.
Bahkan sebelum wabah, ekonomi Iran sedang berjuang di bawah sanksi keras Amerika Serikat (AS), menghalangi penjualan minyak mentahnya di luar negeri dan membatasi pasokan medis.
Pada hari Kamis, Presiden AS Donald Trump mendapat kecaman karena menyarankan kemungkinan menyuntikkan disinfektan untuk menyembuhkan virus corona, menyebabkan kegemparan internasional dengan lembaga pemerintah bergegas mengeluarkan peringatan terhadap konsumsi disinfektan seperti pemutih.
"Negara-negara lain hanya memiliki satu masalah, yaitu pandemi virus Corona baru. Tetapi kami berjuang di dua front di sini," kata Dr Hossein Hassanian, penasihat Kementerian Kesehatan Iran.
"Kita harus menyembuhkan orang-orang dengan keracunan alkohol dan juga melawan virus Corona," jelasnya.
Menanggapi wabah virus Corona, Pemerintah Iran mengumumkan akan memungkinkan peningkatan produksi alkohol untuk keperluan medis. Iran saat ini memiliki lebih dari 40 pabrik penghasil alkohol yang telah dialokasikan untuk perusahaan farmasi dan sanitasi barang.
Bersama dengan Turki, Iran menghadapi salah satu wabah virus Corona terburuk di Timur Tengah dengan 5.806 kematian dan lebih dari 91.000 kasus dikonfirmasi.
Bahkan sebelum wabah, ekonomi Iran sedang berjuang di bawah sanksi keras Amerika Serikat (AS), menghalangi penjualan minyak mentahnya di luar negeri dan membatasi pasokan medis.
Pada hari Kamis, Presiden AS Donald Trump mendapat kecaman karena menyarankan kemungkinan menyuntikkan disinfektan untuk menyembuhkan virus corona, menyebabkan kegemparan internasional dengan lembaga pemerintah bergegas mengeluarkan peringatan terhadap konsumsi disinfektan seperti pemutih.
(awd)
Lihat Juga :