Banyak Raja Ditangkap Korupsi, Pemkab Maluku Tengah Gandeng Kampus di Semarang
Rabu, 22 Maret 2023 - 07:32 WIB
loading...
Pj. Bupati Maluku Tengah Muhamat Marasabessy (kanan) dan Rektor SCU Dr. Ferdinandus Hindiarto memperlihatkan MoU dan PKS yang diteken bersama, Selasa (21/3/2023). Foto/ist
A
A
A
SEMARANG - Pemkab Maluku Tengah menggandeng Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang untuk menyelesaikan berbagai persoalan.
Di antaranya para raja alias kepala pemerintahan negeri ditangkap karena salah mengelola dana desa. Ada juga pemanfaatan energi terbarukan, pengembangan desa adat hingga upaya menyelesaikan konflik berkepanjangan yang terjadi hari ini.
Penjabat Bupati Maluku Tengah Muhamat Marasabessy mengemukakan persoalan korupsi yang menjerat para raja di sana seringkali disebabkan ketidaktahuan mengelola dana desa hingga teknis pembuatan laporan pertanggungjawaban anggaran.
“Memang sampai hari ini banyak raja yang ditangkap (karena korupsi), sebenarnya anggarannya dipakai untuk pembangunan tapi ketika diminta mana nota atau kuitansi ternyata tidak ada, ada yang sudah dibuang,” kata Muhamat Marasabessy di Kampus SCU Semarang, Selasa (21/3/2023) malam.
Baca juga: Minibus Terbakar saat Masuk Objek Wisata Guci, 6 Penumpang Selamat
Raja ini adalah kepala pemerintahan negeri, sebuah wilayah administratif di bawah kecamatan. Pemimpin kesatuan masyarakat hukum adat. Hari ini, ada 186 negeri di Kabupaten Maluku Tengah.
Di antaranya para raja alias kepala pemerintahan negeri ditangkap karena salah mengelola dana desa. Ada juga pemanfaatan energi terbarukan, pengembangan desa adat hingga upaya menyelesaikan konflik berkepanjangan yang terjadi hari ini.
Penjabat Bupati Maluku Tengah Muhamat Marasabessy mengemukakan persoalan korupsi yang menjerat para raja di sana seringkali disebabkan ketidaktahuan mengelola dana desa hingga teknis pembuatan laporan pertanggungjawaban anggaran.
“Memang sampai hari ini banyak raja yang ditangkap (karena korupsi), sebenarnya anggarannya dipakai untuk pembangunan tapi ketika diminta mana nota atau kuitansi ternyata tidak ada, ada yang sudah dibuang,” kata Muhamat Marasabessy di Kampus SCU Semarang, Selasa (21/3/2023) malam.
Baca juga: Minibus Terbakar saat Masuk Objek Wisata Guci, 6 Penumpang Selamat
Raja ini adalah kepala pemerintahan negeri, sebuah wilayah administratif di bawah kecamatan. Pemimpin kesatuan masyarakat hukum adat. Hari ini, ada 186 negeri di Kabupaten Maluku Tengah.
Lihat Juga :