Azab Kecil Landa Kerajaan Mataram akibat Ulah Gila Anak Sultan Agung
Rabu, 22 Maret 2023 - 07:12 WIB
loading...
A
A
A
Kontroversi lain juga muncul ketika Amangkurat I memutuskan berkhianat dengan amanah ayahnya Sultan Agung yang terang-terangan berani melawan VOC. Justru di masa Amangkurat I Kerajaan Mataram memberikan karpet merah berkerjasama dengan VOC.
Amangkurat I menjalin kerjasama dengan VOC pada tahun 1646, yang dulu pernah diperangi ayahnya. Beberapa poin kerjasama yang disepakati Mataram antar lain pihak VOC diizinkan membuka pos-pos dagang di wilayah Mataram, sedangkan pihak Mataram diizinkan berdagang ke pulau-pulau lain yang dikuasai VOC.
Kedua pihak juga saling melakukan pembebasan tawanan. Perjanjian tersebut oleh Amangkurat I dianggap sebagai bukti takluknya VOC terhadap kekuasaan Mataram. Padahal anggapan Amangkurat I ini salah besar, sebab tak lama kemudian ia dan pemerintahannya tergoncang ketika VOC merebut Palembang tahun 1659 dari tangan Mataram.
Stabilitas pemerintahan di Kerajaan Mataram juga kian parah ketika sang raja kerap kali melakukan kekerasan dan bermain siasat jelek. Hal ini diikuti dengan para bupati, mantri, dan keluarga istana yang bertindak semaunya dengan menyalahgunakan kedudukan mereka. Alhasil ketertiban bernegara rusak. Seluruh penduduk Mataram dirundung ketakutan.
Konon di saat itulah, Kerajaan Mataram kerap kali dilanda gerhana bulan dan matahari. Bahkan hujan turun menyalahi musim dan bintang berekor terlihat setiap malam. Terjadi pula hujan abu dan gempa bumi. Banyak pertanda jelek menampakkan diri. Ini semua konon petunjuk bahwa negara akan rusak
Amangkurat I menjalin kerjasama dengan VOC pada tahun 1646, yang dulu pernah diperangi ayahnya. Beberapa poin kerjasama yang disepakati Mataram antar lain pihak VOC diizinkan membuka pos-pos dagang di wilayah Mataram, sedangkan pihak Mataram diizinkan berdagang ke pulau-pulau lain yang dikuasai VOC.
Kedua pihak juga saling melakukan pembebasan tawanan. Perjanjian tersebut oleh Amangkurat I dianggap sebagai bukti takluknya VOC terhadap kekuasaan Mataram. Padahal anggapan Amangkurat I ini salah besar, sebab tak lama kemudian ia dan pemerintahannya tergoncang ketika VOC merebut Palembang tahun 1659 dari tangan Mataram.
Stabilitas pemerintahan di Kerajaan Mataram juga kian parah ketika sang raja kerap kali melakukan kekerasan dan bermain siasat jelek. Hal ini diikuti dengan para bupati, mantri, dan keluarga istana yang bertindak semaunya dengan menyalahgunakan kedudukan mereka. Alhasil ketertiban bernegara rusak. Seluruh penduduk Mataram dirundung ketakutan.
Konon di saat itulah, Kerajaan Mataram kerap kali dilanda gerhana bulan dan matahari. Bahkan hujan turun menyalahi musim dan bintang berekor terlihat setiap malam. Terjadi pula hujan abu dan gempa bumi. Banyak pertanda jelek menampakkan diri. Ini semua konon petunjuk bahwa negara akan rusak
(msd)
Lihat Juga :