D Korban Penganiayaan Mario Dandy Sudah Merespons Perintah Orang Lain
Senin, 20 Maret 2023 - 14:17 WIB
loading...
Mario Dandy Satriyo tersangka penganiayaan terhadap D saat diperlihatkan petugas Polres Jakarta Selatan. Foto/MPI/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kondisi D korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo sudah mulai merespons perintah orang lain. Keluarga menilai perkembangan motorik D luar biasa bagusnya.
Perwakilan keluarga D, Alto Luger mengatakan, sedikit demi sedikit D bisa merespons perintah orang lain. Dan ini merupakan sebuah keajaiban karena D menerima penganiayaan yang menyebabkannya cedera parah.
"Progres yang boleh dibilang sangat miracle. Karena dokter juga mengatakan dengan cedera yang luar biasa di kepala, kan teman-teman lihat sendiri rekonstruksinya," kata Alto, Senin (20/3/2023).
Menurut Alto, kekerasan yang dialami D itu berada di titik yang mematikan."Itu kan bukan di dada, limpa, dan alat kelamin. Tendangan dan pukulannya itu di titik yang mematikan," ujarnya.
Baca: Kejagung Pastikan Mario Dandy dan Shane Tertutup Dapatkan Restorative Justice
Alto menuturkan, perkembangan kondisi D mengalami kemajuan yang luar biasa. "Perkembangan motoriknya luar biasa bagusnya. Cuman karena berada di kepala, kita belum tahu koneksi antara otak dan motorik itu seberapa baiknya dibandingkan manusia normal," tuturnya.
Sebelumnya, kondisi D disebut sudah bisa lebih sering berposisi duduk saat ini. "Per pagi ini sudah lebih banyak duduk. Bukan duduk sendiri tapi tempat tidurnya yang dinaikkan kayak posisi duduk," ujarnya.
Sebagai informasi, Mario menganiaya D pada 20 Februari 2023 di Kompleks Green Permata, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Mario marah karena mendengar kabar dari saksi berinisial APA yang menyebut AG kekasihnya mendapat perlakuan tidak baik dari korban.
Perwakilan keluarga D, Alto Luger mengatakan, sedikit demi sedikit D bisa merespons perintah orang lain. Dan ini merupakan sebuah keajaiban karena D menerima penganiayaan yang menyebabkannya cedera parah.
"Progres yang boleh dibilang sangat miracle. Karena dokter juga mengatakan dengan cedera yang luar biasa di kepala, kan teman-teman lihat sendiri rekonstruksinya," kata Alto, Senin (20/3/2023).
Menurut Alto, kekerasan yang dialami D itu berada di titik yang mematikan."Itu kan bukan di dada, limpa, dan alat kelamin. Tendangan dan pukulannya itu di titik yang mematikan," ujarnya.
Baca: Kejagung Pastikan Mario Dandy dan Shane Tertutup Dapatkan Restorative Justice
Alto menuturkan, perkembangan kondisi D mengalami kemajuan yang luar biasa. "Perkembangan motoriknya luar biasa bagusnya. Cuman karena berada di kepala, kita belum tahu koneksi antara otak dan motorik itu seberapa baiknya dibandingkan manusia normal," tuturnya.
Sebelumnya, kondisi D disebut sudah bisa lebih sering berposisi duduk saat ini. "Per pagi ini sudah lebih banyak duduk. Bukan duduk sendiri tapi tempat tidurnya yang dinaikkan kayak posisi duduk," ujarnya.
Sebagai informasi, Mario menganiaya D pada 20 Februari 2023 di Kompleks Green Permata, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Mario marah karena mendengar kabar dari saksi berinisial APA yang menyebut AG kekasihnya mendapat perlakuan tidak baik dari korban.
Lihat Juga :