Kekejaman Anak Sultan Agung Mataram, Habisi Tokoh Senior Istana dan Ulama

Senin, 20 Maret 2023 - 07:27 WIB
loading...
A A A
Lalu pada tahun 1647, ibu kota Mataram dipindah ke Plered. Istana baru ini lebih banyak dibangun dengan menggunakan batu bata, sedangkan istana lama di Kerta terbuat dari kayu.

Perpindahan istana atau pusat kekuasaan tersebut diwarnai terjadinya pemberontakan Raden Mas Alit atau Pangeran Danupoyo, adik Amangkurat I sendiri yang menentang penyingkiran tokoh-tokoh senior dalam kerajaan.

Pemberontakan sang adik ini mendapat dukungan para ulama atau para tokoh Islam namun berakhir dengan kematian Mas Alit. Berhasil membantai saudara sendiri, Amangkurat I lalu berganti menghadapi para ulama atau kiai (tokoh Islam). Para ulama ini termasuk anggota keluarganya, dengan jumlah sekitar 5.000-6.000 orang lebih konon dikumpulkan di alun-alun Plered untuk dibantai.

Baca: Kisah Bayi Prabu Siliwangi Diasuh Induk Harimau di Tengah Hutan Belantara.
Bahkan Amangkurat I juga tega dengan mertuanya, Pangeran Pekik. Amangkurat I tega menjatuhkan hukuman mati terhadap Pangeran Pekik karena dituduh menculik Rara Oyi, calon selir Amangkurat I, untuk Mas Rahmat. Mas Rahmat yang merupakan anaknya Amangkurat I sendiri akhirnya diampuni setelah dipaksa membunuh Rara Oyi.

Betapa kejamnya tiran satu ini. Kepribadiannya yang buruk itu, membuat Amangkurat I sering berkonflik dengan berbagai pihak, bahkan termasuk dengan anak dan mertuanya sendir
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Kebakaran di Manggarai,...
Kebakaran di Manggarai, Jalan Sultan Agung hingga Tambak Macet
Arema FC Tinggalkan...
Arema FC Tinggalkan Kanjuruhan, Daftarkan Stadion Sultan Agung Jadi Kandang untuk Liga 1
Kisah Mistik Sultan...
Kisah Mistik Sultan Agung Taklukkan Mekkah
Rekomendasi
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Infografis
Anoa 6x6 Amfibi, Penjaga...
Anoa 6x6 Amfibi, Penjaga Darat dan Air Buatan Anak Bangsa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved