400 Prajurit Yonarmed-3/105 Tarik Siap Amankan Perbatasan RI–Timor Leste
Sabtu, 18 Juli 2020 - 07:05 WIB
loading...
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari mengecek kesiapan para prajurit Yonarmed-3/105 Tarik di Mako YonArmed-3/105 Tarik, Magelang yang akan melaksanakan Satgas Pamtas RI – RDTL, Jumat (17/7/2020). Foto/Dok/Pendam IV Diponegoro
A
A
A
MAGELANG - Tugas pengamanan perbatasan negara merupakan salah satu tugas pokok TNI AD dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana tercantum dalam UU RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Terkait hal itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari melaksanakan pengecekan kesiapan para prajurit Yonarmed-3/105 Tarik di Mako YonArmed-3/105 Tarik, Magelang yang akan melaksanakan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia – Republic Demokratik Timor Leste (RI–RDTL), Jumat (17/7/2020).
Dalam kunjungan tersebut Pangdam menegaskan, bahwa tugas adalah suatu kehormatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Negara kepada para prajurit terpilih, karena tidak semua prajurit mendapatkan kesempatan penugasan seperti ini.
“Dalam pelaksanaan tugas nanti, segera laksanakan orientasi wilayah penugasan, pelajari karakteristik medan dan situasi serta kondisi daerah setempat, sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang berkaitan dengan kondusifitas wilayah perbatasan, khususnya pada aspek keamanan masyarakat, dapat segera diatasi dengan mengambil tindakan yang tidak bertentangan dengan HAM” tegasnya.
Pangdam juga miminta kepada anggota Satgas sebanyak 400 personel yang telah melaksanakan Pratugas sebelumnya dapat menyelesaikan masalah sosial dengan pendekatan budaya dan adat istiadat setempat.
Terkait hal itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari melaksanakan pengecekan kesiapan para prajurit Yonarmed-3/105 Tarik di Mako YonArmed-3/105 Tarik, Magelang yang akan melaksanakan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia – Republic Demokratik Timor Leste (RI–RDTL), Jumat (17/7/2020).
Dalam kunjungan tersebut Pangdam menegaskan, bahwa tugas adalah suatu kehormatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Negara kepada para prajurit terpilih, karena tidak semua prajurit mendapatkan kesempatan penugasan seperti ini.
“Dalam pelaksanaan tugas nanti, segera laksanakan orientasi wilayah penugasan, pelajari karakteristik medan dan situasi serta kondisi daerah setempat, sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang berkaitan dengan kondusifitas wilayah perbatasan, khususnya pada aspek keamanan masyarakat, dapat segera diatasi dengan mengambil tindakan yang tidak bertentangan dengan HAM” tegasnya.
Pangdam juga miminta kepada anggota Satgas sebanyak 400 personel yang telah melaksanakan Pratugas sebelumnya dapat menyelesaikan masalah sosial dengan pendekatan budaya dan adat istiadat setempat.
Lihat Juga :