Otto Lantik DPC Peradi Jakarta Timur, Johannes: Siap Mengedukasi Masyarakat Soal Hukum
Kamis, 09 Maret 2023 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Otto menyampaikan, Peradi selaku single bar mempunyai delapan kewenangan yang diberikan negara melalui UU Advokat. Delepan kewenangan tersebut sebagaimana tercermin dalam logo Peradi.
“Itu ada delapan tarikan garis, itu melambangkan kita memiliki delapan kewenangan yang diberikan UU kepada Peradi. Adapun bulat, itu sebagai single bar, wadah tunggal,” tuturnya.
Otto secara khusus berpesan kepada pengurus PBH Peradi Jakarta Timur agar terus menggencarkan bantuan hukum probono atau cuma-cuma secara profesional kepada warga tidak mampu. “Berikan bantuan hukum yang kelas satu, first class,” pungkasnya.
Ketua DPC Peradi Jakarta Timur Johannes L Tobing mengatakan, seluruh pengurus yang dilantik berjumlah 240 orang. Semuanya, kata dia, menggunakan baju adat daerah masing-masing. ”Ini menggambarkan keberagaman advokat Nusantara,” katanya.
”Walaupun kami menggunakan baju adat masing-masing berbeda, tapi di dalam hati dan pikiran kami, advokat itu harus bersatu sebagaimana Bapak Ketum kumandangkan, kita boleh berbeda dalam adat, tapi dalam organiasi advokat kita bersatu,” tuturnya.
Johannes berkomitmen tetap menjadikan Peradi sebagai wadah tunggal. “Api pergerakan ini akan kami terus kumandangkan sampai ke manapun, bahkan ini menjadi cita-cita kami bersama di Peradi Jaktim untuk tetap memperjuangkan agar Peradi menjadi single bar,” ucapnya.
“Itu ada delapan tarikan garis, itu melambangkan kita memiliki delapan kewenangan yang diberikan UU kepada Peradi. Adapun bulat, itu sebagai single bar, wadah tunggal,” tuturnya.
Otto secara khusus berpesan kepada pengurus PBH Peradi Jakarta Timur agar terus menggencarkan bantuan hukum probono atau cuma-cuma secara profesional kepada warga tidak mampu. “Berikan bantuan hukum yang kelas satu, first class,” pungkasnya.
Ketua DPC Peradi Jakarta Timur Johannes L Tobing mengatakan, seluruh pengurus yang dilantik berjumlah 240 orang. Semuanya, kata dia, menggunakan baju adat daerah masing-masing. ”Ini menggambarkan keberagaman advokat Nusantara,” katanya.
”Walaupun kami menggunakan baju adat masing-masing berbeda, tapi di dalam hati dan pikiran kami, advokat itu harus bersatu sebagaimana Bapak Ketum kumandangkan, kita boleh berbeda dalam adat, tapi dalam organiasi advokat kita bersatu,” tuturnya.
Johannes berkomitmen tetap menjadikan Peradi sebagai wadah tunggal. “Api pergerakan ini akan kami terus kumandangkan sampai ke manapun, bahkan ini menjadi cita-cita kami bersama di Peradi Jaktim untuk tetap memperjuangkan agar Peradi menjadi single bar,” ucapnya.
Lihat Juga :