Persentase Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok Tertinggi se-Jabar dan Nasional
Jum'at, 17 Juli 2020 - 11:28 WIB
loading...
A
A
A
Idris yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok mengatakan, kasus penyebaran Covid-19 di wilayahnya menjadi tinggi karena jumlah penduduk Depok yang cukup padat, yaitu 2,4 juta jiwa. Jadi, apabila dihitung berdasarkan per 100.000 penduduk, dia menilai perhitungan tersebut kurang mewakili kondisi sebenarnya, karena perhitungan angka kematian per 100.000 penduduk lebih bermakna jika diimbangi kemampuan tes yang sudah memadai.
"Jadi, kalau mau menggunakan perhitungan per 100 ribu penduduk, maka angka kematian mencapai 1,44 kasus per 100.000 penduduk," ujar Idris.
Terkait insidens rate (IR), perhitungannya dilihat dari perkembangan kasus setiap satu atau dua pekan. Adapun IR di Kota Depok dalam dua pekan terakhir mencapai 8,6. (Baca juga: Keluar Masuk Jakarta Tak Perlu SIKM, Terminal Pulogebang Berlakukan CLM)
"Perlu diketahui secara wilayah Kota Depok berdekatan dengan episentrumnya pertama kali kasus Covid-19, yaitu DKI Jakarta. Selain itu, upaya penjaringan kasus melalui rapid test dan Swab PCR juga lebih gencar," ucapnya.
Langkah Kongkret Pemkot Depok
Jumlah kesembuhan pasien Corona di Kota Depok yang mencapai 78,79% tidak terlepas dari upaya konkret Pemkot Depok dalam menangani penyebaran Covid-19 melalui kerja sama FORKOPIMDA, Perangkat Daerah (PD) terkait, dan warga. Langkah Pemkot tidak hanya dilakukan dari hulu, namun juga sampai hilir.
Selain menggencarkan Rapid Test, Kota Depok kini memiliki Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dengan kapasitas 100 sampel tes Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) setiap harinya. Dengan demikian, upaya pendeteksian infeksi Covid-19 menjadi lebih akurat. (Baca juga: Siswa Titipannya Tak Diterima di SMA Negeri, Lurah di Tangsel Ngamuk)
"Jadi, kalau mau menggunakan perhitungan per 100 ribu penduduk, maka angka kematian mencapai 1,44 kasus per 100.000 penduduk," ujar Idris.
Terkait insidens rate (IR), perhitungannya dilihat dari perkembangan kasus setiap satu atau dua pekan. Adapun IR di Kota Depok dalam dua pekan terakhir mencapai 8,6. (Baca juga: Keluar Masuk Jakarta Tak Perlu SIKM, Terminal Pulogebang Berlakukan CLM)
"Perlu diketahui secara wilayah Kota Depok berdekatan dengan episentrumnya pertama kali kasus Covid-19, yaitu DKI Jakarta. Selain itu, upaya penjaringan kasus melalui rapid test dan Swab PCR juga lebih gencar," ucapnya.
Langkah Kongkret Pemkot Depok
Jumlah kesembuhan pasien Corona di Kota Depok yang mencapai 78,79% tidak terlepas dari upaya konkret Pemkot Depok dalam menangani penyebaran Covid-19 melalui kerja sama FORKOPIMDA, Perangkat Daerah (PD) terkait, dan warga. Langkah Pemkot tidak hanya dilakukan dari hulu, namun juga sampai hilir.
Selain menggencarkan Rapid Test, Kota Depok kini memiliki Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dengan kapasitas 100 sampel tes Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) setiap harinya. Dengan demikian, upaya pendeteksian infeksi Covid-19 menjadi lebih akurat. (Baca juga: Siswa Titipannya Tak Diterima di SMA Negeri, Lurah di Tangsel Ngamuk)
Lihat Juga :