6 Kelenteng Tertua di Indonesia, Nomor Terakhir Usianya 872 Tahun
Jum'at, 03 Maret 2023 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Selain patung ada pula ukiran ornamen kuda dengan motif flora dan fauna yang didominasi dengan warna hijau serta altar utama yang digunakan sebagai tempat sembahyang.
Dalam sejarah pendirian kelenteng ini pada mulanya tanahnya diberikan oleh Keraton Solo dan dibangun bebarengan dengan Keraton Kasunanan.
Karena dibuat bersamaan Keraton Kasunanan, gaya bangunan dari Kelenteng Tien Kok Sie juga merupakan akulturasi antara budaya jawa dan budaya Tionghoa yang ditandai dengan adanya ukiran kayu di pintu dan jendelanya.
Kelenteng ini terletak di tengah-tengah kawasan pecinan yang kini menyatu dengan perkampungan Arab. Bentuk bangunannya sendiri tidaklah besar dan untuk warnanya didominasi oleh merah dan kuning.
Kelenteng yang berusia lebih dari 872 tahun ini menjadi saksi atas sikap toleransi masyarakat yang ada di Gresik. Hal ini dibuktikan dengan masyarakat sekitar yang mayoritas beragama muslim, jemaat kelenteng dan warga bisa saling menghormati.
Dengan usianya yang sangat tua, bangunan kelenteng ini sudah ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya oleh pemerintah kota Surabaya.
5. Kelenteng Tien Kok Sie
Kelenteng Tien Kok Sie merupakan kelenteng yang terletak di Pasar Gedhe Surakarta. Kelenteng ini didirikan pada tahun 1745 oleh masyarakat Tionghoa yang bertempat di kompleks pecinan Pasar Gedhe.Dalam sejarah pendirian kelenteng ini pada mulanya tanahnya diberikan oleh Keraton Solo dan dibangun bebarengan dengan Keraton Kasunanan.
Karena dibuat bersamaan Keraton Kasunanan, gaya bangunan dari Kelenteng Tien Kok Sie juga merupakan akulturasi antara budaya jawa dan budaya Tionghoa yang ditandai dengan adanya ukiran kayu di pintu dan jendelanya.
6. Kelenteng Kim Hin Kiong
Dalam sejarahnya Kelenteng Kim Hin Kiong berdiri sejak 1 Agustus 1151. Bangunannya didirikan oleh para pendatang Tionghoa yang berdagang di Gresik.Kelenteng ini terletak di tengah-tengah kawasan pecinan yang kini menyatu dengan perkampungan Arab. Bentuk bangunannya sendiri tidaklah besar dan untuk warnanya didominasi oleh merah dan kuning.
Kelenteng yang berusia lebih dari 872 tahun ini menjadi saksi atas sikap toleransi masyarakat yang ada di Gresik. Hal ini dibuktikan dengan masyarakat sekitar yang mayoritas beragama muslim, jemaat kelenteng dan warga bisa saling menghormati.
Dengan usianya yang sangat tua, bangunan kelenteng ini sudah ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya oleh pemerintah kota Surabaya.
(bim)
Lihat Juga :