Banjir Rendam Pemukiman di Sragen, Warga Beserta Hewan Ternak Dievakuasi
Kamis, 02 Maret 2023 - 19:40 WIB
loading...
Banjir luapan Sungai Bengawan Solo merendam pemukiman beberapa kampung di Sragen, Jawa Tengah pada Kamis (2/3/2023). Foto/iNews TV/Joko Piroso
A
A
A
SRAGEN - Banjir luapan Sungai Bengawan Solo merendam pemukiman beberapa kampung di Sragen, Jawa Tengah pada Kamis (2/3/2023). Warga terdampak banjir beserta hewan terpaksa harus dievakuasi ke lokasi yang lebih tinggi.
Banjir ini akibat hujan deras menguyur wilayah Sragen sejak Rabu (1/3/2023) sore hingga Kamis siang.
Baca juga: Sungai Mungkung dan Garuda Meluap, Pemukiman dan Sawah di Sragen Terendam Banjir
Akibatnya debit air Sungai Bengawan Solo naik dan meluap ke di dua kampung yang ada di Desa Tangkil, yakni Dukuh Gabusan dan Dukuh Tugu. Hingga akhirnya genangan banjir terus semakin tinggi dan meluas.
"Kenaikan debit air menyebabkan puluhan warga terpaksa dievakuasi khususnya lansia, balita dan anak-anak," ujar Kepala Desa Tangkil, Suyono.
Tim gabungan dari BPBD Sragen, Tagana, SAR Himalawu dan PMI yang berada di Desa Tangkil langsung melakukan evakuasi warga.
Hasil evakuasi, 50 orang warga diungsikan di rumah kepala Desa, sedangkan yang lainnya mengungsi ke rumah kerabatnya.
Baca juga: Dramatis, Ibu Hamil di Sragen Dievakuasi dengan Perahu Karet di Tengah Terjangan Banjir
Suyono menambahkan, genangan banjir tertinggi di Dukuh Gabusan dan Dukuh Tugu yakni mencapai 80 cm.
"Banjir bandang di Desa Tangkil terjadi akibat luapan Sungai Bengawan Solo dengan tinggi genangan di permukiman warga berkisar 60-80 cm. Sehingga mengakibatkan 60 rumah terendam banjir dan 1.500 rumah terdampak, tandasnya.
Suyani, warga Dukuh Kedawung, Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota mengatakan bahwa akibat banjir yang meredam rumah, dirinya terpaksa mengungsi kerumah ibunya yang jaraknya sekitar 5 Km.
Dia mengaku terpaksa mengungsi karena takut rumahnya terendam banjir dan sulit mencari makanan.
"Kami berharap banjir segera cepat surut, sehingga bisa beraktifitas kembali," pungkasnya.
Banjir ini akibat hujan deras menguyur wilayah Sragen sejak Rabu (1/3/2023) sore hingga Kamis siang.
Baca juga: Sungai Mungkung dan Garuda Meluap, Pemukiman dan Sawah di Sragen Terendam Banjir
Akibatnya debit air Sungai Bengawan Solo naik dan meluap ke di dua kampung yang ada di Desa Tangkil, yakni Dukuh Gabusan dan Dukuh Tugu. Hingga akhirnya genangan banjir terus semakin tinggi dan meluas.
"Kenaikan debit air menyebabkan puluhan warga terpaksa dievakuasi khususnya lansia, balita dan anak-anak," ujar Kepala Desa Tangkil, Suyono.
Tim gabungan dari BPBD Sragen, Tagana, SAR Himalawu dan PMI yang berada di Desa Tangkil langsung melakukan evakuasi warga.
Hasil evakuasi, 50 orang warga diungsikan di rumah kepala Desa, sedangkan yang lainnya mengungsi ke rumah kerabatnya.
Baca juga: Dramatis, Ibu Hamil di Sragen Dievakuasi dengan Perahu Karet di Tengah Terjangan Banjir
Suyono menambahkan, genangan banjir tertinggi di Dukuh Gabusan dan Dukuh Tugu yakni mencapai 80 cm.
"Banjir bandang di Desa Tangkil terjadi akibat luapan Sungai Bengawan Solo dengan tinggi genangan di permukiman warga berkisar 60-80 cm. Sehingga mengakibatkan 60 rumah terendam banjir dan 1.500 rumah terdampak, tandasnya.
Suyani, warga Dukuh Kedawung, Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota mengatakan bahwa akibat banjir yang meredam rumah, dirinya terpaksa mengungsi kerumah ibunya yang jaraknya sekitar 5 Km.
Dia mengaku terpaksa mengungsi karena takut rumahnya terendam banjir dan sulit mencari makanan.
"Kami berharap banjir segera cepat surut, sehingga bisa beraktifitas kembali," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :