14 Tahun Tak Diakui Pemerintah , 65 Warga Ende Selalu Dipersulit

Selasa, 28 April 2020 - 17:04 WIB
loading...
14 Tahun Tak Diakui...
Suasana Kampung Detupau, Ende, NTT yang masih sangat sederhana. Warga di kampung ini tidak memiliki KTP dan KK dan sering kali menyusahkan kehidupannya. FOTO/iNews TV/Joni Nura
A A A
ENDE - Sedih nian nasib yang dialami 65 warga Kampung Detupau, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski hidup di Tanah Air Indonesia, namun keberadaan mereka tidak diakui negara.

Sudah selama 14 tahun ini, ke-65 warga Ende itu tidak memiliki identitas diri alias kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK). Berbagai upaya pun sudah mereka lakukan. Salah satunya mengurus KTP dan KK baru.

Namun, seperti dianaktirikan, mereka selalu mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya. Mulai dipersulit hingga dibentak-bentak saat akan mengurus kelengkapan administrasi kewarganegaraan tersebut. (Baca juga: Rapinya Pasar Salatiga Ini Patut Ditiru untuk Lawan Corona)

Kini ditengah imbauan pemerintah untuk bekerja di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona, derita makin parah dialami mereka. Sebab, sudah bisa dipastikan bahwa bantuan tidak akan mengalir sampai kepada mereka. Ini disebabkan, mereka tidak memiliki KTP maupun KK.

Ketua Adat Yohanis Longo mengatakan, sudah sejak lama keberadaan warganya ini tidak terdata dalam data penduduk sebagai warga Desa Mukusaki. Bukan tidak mau mengurus KTP maupun KK, tetapi hal itu sia-sia saja.

“Sudah 14 tahun lebih usaha kami selalu gagal untuk mendapatkan kartu tanda penduduk, bahkan kami sering ribut untuk mendapatkan KTP di kantor Desa Mukusaki,” ungkapnya.

Yohanis mengakui, memang ada beberapa warga yang sudah berhasil memperoleh KTP. Namun sama saja, warga yang sudah memiliki KTP dan KK juga masih sering mendapat kesulitan saat mengurus administrasi. “Bantuan pemerintah tidak pernah diterima mereka,” ujarnya.

Salah satu warga Detupau, Bernadus Latu mengungkapkan, selama ini tidak pernah tersentuh dengan berbagai pembangunan. Bahkan, saat sosialisasi penyebaran virus corona dan pencegahannya saja, tidak pernah mereka terima.

“Mereka tidak pernah diinformasikan oleh gugus tugas, baik gugus tugas desa maupun kabupaten bagaimana cara mencegah corona,” tandasnya.

Warga Detupau yang mayoritas sebagai petani ini mengakui selama 14 tahun ini pemerintah tidak hadir baik dalam urusan paling sederhana misalnya administrasi mereka seperti KTP saja sulit didapat, apalagi pembangunan seperti sarana kesehatan, pendidikan, maupun infrastruktur jalan.

“Jalan yang ada menghubungkan kampung Detupau dengan wilayah lain dibangun oleh warga sendiri secara gotong royong,” paparnya.
(nbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggota DPRD dari Partai...
Anggota DPRD dari Partai Perindo Rangkul Penyandang Disabilitas Majukan Timor Tengah Selatan
Kawal Kedatangan Cristiano...
Kawal Kedatangan Cristiano Ronaldo, Polres Bandara Soetta Siagakan 100 Personel
Ternyata KTP Warga Kohod...
Ternyata KTP Warga Kohod Dicatut untuk SHGB-SHM Pagar Laut Tangerang
3 Pegawai KPK Gadungan...
3 Pegawai KPK Gadungan Jadi Tersangka, Salah Satunya ASN Dinas Kehutanan NTT
5 Warga Terseret Banjir...
5 Warga Terseret Banjir Bandang di Naite, NTT, 1 Orang Ditemukan Tewas
3 Ruang Kelas SDN Saburaka...
3 Ruang Kelas SDN Saburaka Belu Ambruk Diterjang Hujan Deras
Worcas Salurkan 5.200...
Worcas Salurkan 5.200 Boks Masker untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
Mayat Bocah Tenggelam...
Mayat Bocah Tenggelam Ditemukan di Pinggir Sungai Salama NTT
Ayah dan Anak di Manggarai...
Ayah dan Anak di Manggarai Timur Meninggal setelah Makan Ikan Buntal
Rekomendasi
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
Indonesia Kirim Bantuan...
Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar Senilai 1,2 Juta Dolar AS
Otoritas Palestina Kecam...
Otoritas Palestina Kecam Rencana Israel Makin Pecah Belah Wilayah Gaza
Berita Terkini
Cegah Kemacetan, Polisi...
Cegah Kemacetan, Polisi Terapkan Sistem One Way di Jalur Wisata Dieng
8 menit yang lalu
Arus Balik di Pantura...
Arus Balik di Pantura Indramayu Meningkat, Didominasi Pemotor
32 menit yang lalu
102.925 Pengunjung Serbu...
102.925 Pengunjung Serbu Ragunan di H+2 Lebaran, Jalanan Macet!
1 jam yang lalu
350.000 Kendaraan Padati...
350.000 Kendaraan Padati Jalur Puncak, Arus Balik Meningkat Akhir Pekan
1 jam yang lalu
Lonjakan Arus Mudik...
Lonjakan Arus Mudik di GT Kalikangkung Capai 5,8 Persen, Polisi: Tahun Ini Ada Anomali
1 jam yang lalu
One Way Arah Jakarta...
One Way Arah Jakarta Dimulai, Kendaraan Menuju Puncak Tidak Bisa Melintas
1 jam yang lalu
Infografis
14 Tahun Berkuasa, Partai...
14 Tahun Berkuasa, Partai Konservatif Menderita Kekalahan Terburuk
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved