Berusaha Padamkan Dakwah Islam, Ki Ageng Kutu Bertempur Sengit Lawan Pasukan Bupati Ponorogo
Selasa, 28 Februari 2023 - 05:03 WIB
loading...
A
A
A
Diceritakan, Ki Ageng Kutu sangat lihai berperang pada malam hari. Konon hewan tunggangannya adalah seekor banteng yang gagah perkasa dengan lompatan sangat kuat dan jauh. Senjata Ki Ageng Kutu berupa tombak dan pedang. Pada suatu malam, ketika semua sudah siap, seluruh orang Budha maju perang dengan dipimpin Ki Ageng Kutu.
Medan perang ini berada di sebelah utara Desa Nglawu, yang kini masuk sebuah dukuh di Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, Ponorogo. Disebutkan bahwa pada perang ini banyak prajurit pasukanBathara Katong yang tewas. Mereka yang selamat dari kematian melarikan diri dan bersembunyi di hutan atau di desa-desa orang Islam.
Pimpinan perang Bathara Katong juga melarikan diri, bahkan terpisah dengan bala tentaranya, hingga tiba di Kali Tempuran. Setelah tahu pengikutnya banyak yang tewas dan melarikan diri, hatiBathara Katong sangat gundah.Bathara Katong kembali ke Demak, minta bantuan ke Sultan Demak meminta bala tentara untuk kemudian melanjutkan misinya.
Dikisahkan, dalam pertempuran berikutnya, Bathara Katong berhasil mengalahkan Ki Ageng Kutu. Bathara Katong membawahi sejumlah wilayah di sekitar Gunung Lawu, dan memerintah dengan sangat tentram. Banyak orang yang menyukai dan benar-benar tunduk pada Bathara Katong. Ia memerintah hingga tua yang selanjutnya diserahkan ke anaknya yang bernama Panembahan Agung.
Panembahan Agung inilah yang akhrinya dinobatkan sebagai adipati, atau bupati kedua Ponorogo. Namun saat itu, nama Ponorogo belum ada, yang ada hanyalah wilayah negara Bathara Katong, yang kemudian diubah menjadi nama Ponorogo.
Medan perang ini berada di sebelah utara Desa Nglawu, yang kini masuk sebuah dukuh di Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, Ponorogo. Disebutkan bahwa pada perang ini banyak prajurit pasukanBathara Katong yang tewas. Mereka yang selamat dari kematian melarikan diri dan bersembunyi di hutan atau di desa-desa orang Islam.
Pimpinan perang Bathara Katong juga melarikan diri, bahkan terpisah dengan bala tentaranya, hingga tiba di Kali Tempuran. Setelah tahu pengikutnya banyak yang tewas dan melarikan diri, hatiBathara Katong sangat gundah.Bathara Katong kembali ke Demak, minta bantuan ke Sultan Demak meminta bala tentara untuk kemudian melanjutkan misinya.
Dikisahkan, dalam pertempuran berikutnya, Bathara Katong berhasil mengalahkan Ki Ageng Kutu. Bathara Katong membawahi sejumlah wilayah di sekitar Gunung Lawu, dan memerintah dengan sangat tentram. Banyak orang yang menyukai dan benar-benar tunduk pada Bathara Katong. Ia memerintah hingga tua yang selanjutnya diserahkan ke anaknya yang bernama Panembahan Agung.
Panembahan Agung inilah yang akhrinya dinobatkan sebagai adipati, atau bupati kedua Ponorogo. Namun saat itu, nama Ponorogo belum ada, yang ada hanyalah wilayah negara Bathara Katong, yang kemudian diubah menjadi nama Ponorogo.
(don)
Lihat Juga :