alexametrics

Ketika H. Muthahar Menyelamatkan Bendera Pusaka

loading...
Ketika H. Muthahar Menyelamatkan Bendera Pusaka
H. Muthahar. (wikipedia)
A+ A-
Menyelamatkan “keberadaan” bendera Sang Saka Merah Putih dari ancaman penjajahan Belanda bukan pekerjaan mudah. Nyawa pun menjadi taruhannya.

Sayyidil Habib Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad Al-Muthahar atau yang dikenal H. Muthahar adalah orang yang menyelamatkan simbol negara tersebut. Dialah sang penyelamat bendera pusaka Sang Saka Merah Putih dari tangan penjajah.

Tanpa jasanya, bangsa Indonesia sekarang mungkin sudah tidak dapat melihat lagi bendera pusaka yang dijahit oleh istri Presiden Soekarno, Ibu Fatmawati.

Saat itu, Presiden Soekarno menugaskan H. Muthahar yang saat itu berpangkat Mayor untuk menjaga dan menyelamatkan bendera pusaka dari tangan penjajahan Belanda, meski harus dengan mengorbankan nyawanya. Amanah menjaga bendera pusaka dengan nyawa ini pun berhasil dilaksanakan H. Muthahar dengan penuh perjuangan.

KH Achmad Chalwani Nawawi, pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Gebang, Purworejo, Jawa Tengah, yang juga Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah menuturkan bahwa H. Muthahar yang menyelamatkan bendera pusaka itu merupakan paman dari Habib Umar Muthohar, Semarang.

Bagaimana kisah H. Muthahar dalam menyelamatkan bendera pusaka? Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih adalah sebutan bagi bendera Indonesia yang pertama. Bendera Pusaka dibuat dan dijahit oleh Ibu Fatmawati, istri Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno.

Bendera pusaka untuk pertama kali berkibar pada Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur, Nomor 56, Jakarta Pusat, setelah Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Bendera dinaikkan pada tiang bambu oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang dipimpin oleh Kapten Latief Hendraningrat. Setelah dinaikkan, lagu “Indonesia Raya” kemudian dinyanyikan secara bersama-sama. Pada tahun pertama Revolusi Nasional Indonesia, Bendera Pusaka dikibarkan siang dan malam.

Pada 4 Januari 1946, karena aksi teror yang dilakukan Belanda semakin meningkat, presiden dan wakil presiden Republik Indonesia dengan menggunakan kereta api meninggalkan Jakarta menuju Yogyakarta. Bendera pusaka dibawa ke Yogyakarta dan dimasukkan dalam koper pribadi Soekarno. Selanjutnya, ibukota dipindahkan ke Yogyakarta.

Tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan agresinya yang kedua yang membuat presiden, wakil presiden, dan beberapa pejabat tinggi Indonesia akhirnya ditawan Belanda.

Di saat-saat genting dimana Istana Presiden Gedung Agung, Yogyakarta dikepung oleh Belanda, Presiden Soekarno sempat memanggil salah satu ajudannya berpangkat Mayor yang bernama Sayyidil Habib Muhammad Husein Muthahar (H. Mutahar), yang kemudian ditugaskan untuk menyelamatkan bendera pusaka.

Penyelamatan bendera pusaka ini merupakan salah satu bagian “heroik” dari sejarah tetap berkibarnya Sang Saka Merah Putih di persada bumi Indonesia. Saat itu, Soekarno berucap kepada H. Muthahar:

“Apa yang terjadi terhadap diriku, aku sendiri tidak tahu. Dengan ini aku memberikan tugas kepadamu pribadi. Dalam keadaan apapun juga, aku memerintahkan kepadamu untuk menjaga bendera kita dengan nyawamu. Ini tidak boleh jatuh ke tangan musuh. Di satu waktu, jika Tuhan mengizinkannya engkau mengembalikannya kepadaku sendiri dan tidak kepada siapa pun kecuali kepada orang yang menggantikanku sekiranya umurku pendek. Andaikata engkau gugur dalam menyelamatkan bendera ini, percayakanlah tugasmu kepada orang lain dan dia harus menyerahkannya ke tanganku sendiri sebagaimana engkau mengerjakannya.”

Di saat bom-bom berjatuhan dan tentara Belanda terus mengalir melalui setiap jalanan kota, H. Muthahar terdiam dan memejamkan matanya, berpikir dan berdoa. Amanah ini dirasakannya sebagai tanggungjawabnya yang sungguh berat.

Setelah berpikir, H. Muthahar pun menemukan solusi pemecahan masalahnya. Dia membagi bendera pusaka menjadi dua bagian dengan mencabut benang jahitan yang menyatukan kedua bagian merah dan putih bendera itu.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak