Ratusan Warga Konawe Bentrok di Perusahaan Tambang, 1 Terluka
Kamis, 16 Februari 2023 - 01:49 WIB
loading...
Ilustrasi kawasan pertambangan. Foto: Istimewa
A
A
A
KONAWE - Ratusan warga Desa Lalomerui, Kecamatan Routa, Konawe, Sulawesi Tenggara, menggerebek kantor pertambangan PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). Aksi unjukrasa ini diwarnai bentrokan.
Massa yang kesal melempar aparat dengan batu, karena tidak dibolehkan masuk ke dalam kantor pertambangan.
Baca juga: Pertambangan Akibatkan Longsor dan Banjir di Bone Bolango
Amrul, koordinator aksi warga mengatakan, aksi ini dilakukan karena perusahaan tambang itu tidak menggunakan para tenaga kerja lokal. Sehingga, pengangguran di wilayah itu semakin parah.
"Kami menuntut pihak perusahaan merealisasikan CSR bagi warga yang terdampak akibat aktivitas pertambangan dengan mempekerjakan mereka," katanya, kepada wartawan, Rabu (15/12/2023).
Baca: Demi Ekonomi Babel, Pemerintah Diminta Relaksasi Pertambangan
Akibat aksi massa tersebut, aktivitas pertambangan lumpuh. Seorang massa pendemo juga mengalami luka robek pada telinga kanan akibat saling pukul dengan aparat.
Meski demikian, aksi massa tidak berakhir dengan amuk. Namun, warga mengancam jika tuntutan mereka tidak didengarkan akan kembali menggelar unjuk rasa dengan massa yang lebih besar.
Massa yang kesal melempar aparat dengan batu, karena tidak dibolehkan masuk ke dalam kantor pertambangan.
Baca juga: Pertambangan Akibatkan Longsor dan Banjir di Bone Bolango
Amrul, koordinator aksi warga mengatakan, aksi ini dilakukan karena perusahaan tambang itu tidak menggunakan para tenaga kerja lokal. Sehingga, pengangguran di wilayah itu semakin parah.
"Kami menuntut pihak perusahaan merealisasikan CSR bagi warga yang terdampak akibat aktivitas pertambangan dengan mempekerjakan mereka," katanya, kepada wartawan, Rabu (15/12/2023).
Baca: Demi Ekonomi Babel, Pemerintah Diminta Relaksasi Pertambangan
Akibat aksi massa tersebut, aktivitas pertambangan lumpuh. Seorang massa pendemo juga mengalami luka robek pada telinga kanan akibat saling pukul dengan aparat.
Meski demikian, aksi massa tidak berakhir dengan amuk. Namun, warga mengancam jika tuntutan mereka tidak didengarkan akan kembali menggelar unjuk rasa dengan massa yang lebih besar.
(san)
Lihat Juga :