Pinjamkan Uang ke Orangtua Siswa, Pemilik Toko Sebut Atas Dasar Kemanusiaan
Rabu, 15 Juli 2020 - 20:22 WIB
loading...
A
A
A
Pembayaran jaminan kemudian dilakukan setelah KJP cair. Meski demikian, dia mengaku tak menggunakan uang KJP lantaran pin hanya bisa diketahui orangtua siswa. “Jadi kasar kata KJP hanya jaminan. Kita juga engga bisa menggunakan kok,” lanjutnya.
Sikap dermawan Tantri sudah dilakukan sejak lama. Dia mengakui sering kali orangtua murid yang kurang bayaran seragam kemudian diberi dispensasi untuk membayar nanti. (Baca juga; Efek Pandemi Covid-19, Sutrisno Nekat Gadai KJP Demi Dapur Ngebul )
Atas kebaikan ini, Tantri kerap diminta tolong sejumlah orang tua murid. Jaminan seperti STNK, smartphone, hingga barang elektronik lainnya selalu diberikan para orang tua, namun tantri menolaknya.
“Kalau ponsel, kasian mereka. Selain tu (barang) elektronik terlalu makan tempat dan bisa rusak. Jadi saat ditawarkan KJP, yah saya terima aja,” ucapnya. (Baca juga; Peras Pedagang Perlengkapan Sekolah, Wartawan dan Polisi Gadungan Dibekuk )
Meski demikian, Tantri meminta maaf karena keteledorannya membuat 219 KJP yang di simpan olehnya terancam dicabut. Dia pun berharap dinas pendidikan memberikan diskresi terhadap masalah ini.
Sikap dermawan Tantri sudah dilakukan sejak lama. Dia mengakui sering kali orangtua murid yang kurang bayaran seragam kemudian diberi dispensasi untuk membayar nanti. (Baca juga; Efek Pandemi Covid-19, Sutrisno Nekat Gadai KJP Demi Dapur Ngebul )
Atas kebaikan ini, Tantri kerap diminta tolong sejumlah orang tua murid. Jaminan seperti STNK, smartphone, hingga barang elektronik lainnya selalu diberikan para orang tua, namun tantri menolaknya.
“Kalau ponsel, kasian mereka. Selain tu (barang) elektronik terlalu makan tempat dan bisa rusak. Jadi saat ditawarkan KJP, yah saya terima aja,” ucapnya. (Baca juga; Peras Pedagang Perlengkapan Sekolah, Wartawan dan Polisi Gadungan Dibekuk )
Meski demikian, Tantri meminta maaf karena keteledorannya membuat 219 KJP yang di simpan olehnya terancam dicabut. Dia pun berharap dinas pendidikan memberikan diskresi terhadap masalah ini.
(wib)
Lihat Juga :