4 Tahun Kepemimpinan Khofifah-Emil, Sejumlah Sektor Butuh Perhatian
Selasa, 14 Februari 2023 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian persoalan kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di Jatim merupakan yang tertinggi nasional. Pada September 2022, jumlah penduduk miskin di Jatim sebanyak 4,23 juta orang, dan bertambah 55.220 orang pada Maret 2022.
Namun, jika dibanding September 2021, berkurang 23.090 orang. Secara persentase, penduduk miskin di Jatim, pada September 2022 sebesar 10,49 persen, naik 0,11 persen dibanding Maret 2022 dan menurun 0,10 persen dibanding September 2021.
Berdasarkan data BPS, Jatim menjadi provinsi dengan jumlah penduduk miskin tertinggi nasional. Disusul Jawa Barat sebanyak 4,05 juta, Jawa Tengah 3,85 juta, Sumatera Utara 1,26 juta, Nusa Tenggara Timur 1,14 juta, Sumatera Selatan 1,05 juta, Lampung 995 ribu, Papua 936 ribu, Banten 829 ribu dan Aceh 818 ribu.
Dalam hal inflasi, selama 2022 inflasi gabungan di delapan kota sebesar 6,52 persen sepanjang 2022, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,26 pada Desember 2021 menjadi 114,25 pada Desember 2022. Inflasi tersebut lebih tinggi jika dibanding pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2022 yang sebesar 5,34 persen.
Terkait perdagangan, selama Januari-Desember 2022 neraca perdagangan Jatim mengalami defisit sebesar USD9,17 miliar. Hal ini akibat defisit pada sektor migas sebesar USD 7,16 miliar dan sektor nonmigas sebesar USD 2,00 miliar.
Namun, jika dibanding September 2021, berkurang 23.090 orang. Secara persentase, penduduk miskin di Jatim, pada September 2022 sebesar 10,49 persen, naik 0,11 persen dibanding Maret 2022 dan menurun 0,10 persen dibanding September 2021.
Berdasarkan data BPS, Jatim menjadi provinsi dengan jumlah penduduk miskin tertinggi nasional. Disusul Jawa Barat sebanyak 4,05 juta, Jawa Tengah 3,85 juta, Sumatera Utara 1,26 juta, Nusa Tenggara Timur 1,14 juta, Sumatera Selatan 1,05 juta, Lampung 995 ribu, Papua 936 ribu, Banten 829 ribu dan Aceh 818 ribu.
Dalam hal inflasi, selama 2022 inflasi gabungan di delapan kota sebesar 6,52 persen sepanjang 2022, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,26 pada Desember 2021 menjadi 114,25 pada Desember 2022. Inflasi tersebut lebih tinggi jika dibanding pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2022 yang sebesar 5,34 persen.
Terkait perdagangan, selama Januari-Desember 2022 neraca perdagangan Jatim mengalami defisit sebesar USD9,17 miliar. Hal ini akibat defisit pada sektor migas sebesar USD 7,16 miliar dan sektor nonmigas sebesar USD 2,00 miliar.
Lihat Juga :