Warga Keluhkan Skywalk Kebayoran Lama Bayar Rp3.500, Bina Marga: Fungsinya Beda dengan JPO
Senin, 06 Februari 2023 - 17:15 WIB
loading...
Warga keluhkan Skywalk Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berbayar Rp3.500. Dinas Bina Marga DKI mengatakan, Skywalk dan JPO beda fungsi. Foto: MPI/Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Skywalk Kebayoran Lama , Jakarta Selatan, yang diresmikan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono ternyata berbayar. Pasalnya, jembatan penghubung ini berbeda dengan Jembatan Penyeberangan Orang ( JPO ) pada umumnya.
"Bukan fungsinya beda Skywalk dengan JPO," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Senin (6/2/2023). Baca juga: Skywalk Kebayoran Diresmikan, Pj Gubernur Heru: Tolong Dirawat dan Dijaga
Dia menjelaskan, Skywalk yang menghubungkan Transjakarta Koridor 13 Velbak, Koridor 8 Kebayoran, dan Stasiun Kereta Commuter Kebayoran itu sebagai akses integrasi antarmoda ke depannya. Maka itu, kata dia, fungsinya berbeda dengan JPO.
"Skywalk Kebayoran memang merupakan infrastruktur yang difungsikan khusus sebagai akses integrasi (perpindahan) antar moda transportasi umum yakni KRL Commuter Line dan Bus Transjakarta, baik dari koridor 8 maupun dari koridor 13," terang Hari.
Hari mengatakan, saat ini sistem Skywalk berbayar tersebut sesuai dengan moda transportasi yang terhubung. Ke depan Skywalk tersebut juga terkoneksi sistem integrasi JakLingko.
"(Pembayaran) sesuai trayek dan modanya. Jadi karena belum terkoneksi dengan sistem JakLingko jadi masih begitu. Nanti setelah sistem JakLingko aktif orang mau ke KCI tidak harus bayar ke Tj," tuturnya.
"Bukan fungsinya beda Skywalk dengan JPO," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Senin (6/2/2023). Baca juga: Skywalk Kebayoran Diresmikan, Pj Gubernur Heru: Tolong Dirawat dan Dijaga
Dia menjelaskan, Skywalk yang menghubungkan Transjakarta Koridor 13 Velbak, Koridor 8 Kebayoran, dan Stasiun Kereta Commuter Kebayoran itu sebagai akses integrasi antarmoda ke depannya. Maka itu, kata dia, fungsinya berbeda dengan JPO.
"Skywalk Kebayoran memang merupakan infrastruktur yang difungsikan khusus sebagai akses integrasi (perpindahan) antar moda transportasi umum yakni KRL Commuter Line dan Bus Transjakarta, baik dari koridor 8 maupun dari koridor 13," terang Hari.
Hari mengatakan, saat ini sistem Skywalk berbayar tersebut sesuai dengan moda transportasi yang terhubung. Ke depan Skywalk tersebut juga terkoneksi sistem integrasi JakLingko.
"(Pembayaran) sesuai trayek dan modanya. Jadi karena belum terkoneksi dengan sistem JakLingko jadi masih begitu. Nanti setelah sistem JakLingko aktif orang mau ke KCI tidak harus bayar ke Tj," tuturnya.
Lihat Juga :