Asal Usul Nama dan Sejarah Pasuruan, Kota Pelabuhan yang Melegenda
Rabu, 01 Februari 2023 - 18:21 WIB
loading...
A
A
A
Hingga pada akhirnya wilayah pelabuhan tersebut berhasil dikuasai oleh Demak pada tahun 1545. Sejak saat itu Pasuruhan menjadi kekuatan Islam yang penting di ujung timur Jawa.
Beberapa pergantian kekuasaan sempat terjadi di wilayah tersebut hingga pada akhirnya jatuh ke tangan Untung Suropati yang merupakan seorang budak belian yang berjuang menentang Belanda.
Untung Suropati menjadi raja di Pasuruan dengan gelar Raden Adipati Wironegoro yang memerintah selama 20 tahun dari 1686 sampai 1706.
Baca juga : Asal Usul Penyematan Nama Babelan di Bekasi
Dalam masa pemerintahannya ini dipenuhi dengan pertempuran-pertempuran melawan tentara Kompeni Belanda. Hingga pada akhirnya Untung Suropati terdesak dan mengalami luka berat hingga meninggal dunia di tahun 1706.
Setelah beberapa kali berganti pimpinan pada tahun 1743 Pasuruan dikuasai oleh Raden Ario Wironegoro. Pada saat Raden Ario Wironegoro menjadi Adipati di Pasuruan, yang menjadi patihnya adalah Kiai Ngabai Wongsonegoro.
Suatu ketika Belanda berhasil membujuk Patih Kiai Ngabai Wongsonegoro untuk menggulingkan pemerintahan Raden Ario Wironegoro. Akhirnya Raden Ario Wironegoro melarikan diri ke Malang.
Beberapa pergantian kekuasaan sempat terjadi di wilayah tersebut hingga pada akhirnya jatuh ke tangan Untung Suropati yang merupakan seorang budak belian yang berjuang menentang Belanda.
Untung Suropati menjadi raja di Pasuruan dengan gelar Raden Adipati Wironegoro yang memerintah selama 20 tahun dari 1686 sampai 1706.
Baca juga : Asal Usul Penyematan Nama Babelan di Bekasi
Dalam masa pemerintahannya ini dipenuhi dengan pertempuran-pertempuran melawan tentara Kompeni Belanda. Hingga pada akhirnya Untung Suropati terdesak dan mengalami luka berat hingga meninggal dunia di tahun 1706.
Setelah beberapa kali berganti pimpinan pada tahun 1743 Pasuruan dikuasai oleh Raden Ario Wironegoro. Pada saat Raden Ario Wironegoro menjadi Adipati di Pasuruan, yang menjadi patihnya adalah Kiai Ngabai Wongsonegoro.
Suatu ketika Belanda berhasil membujuk Patih Kiai Ngabai Wongsonegoro untuk menggulingkan pemerintahan Raden Ario Wironegoro. Akhirnya Raden Ario Wironegoro melarikan diri ke Malang.
Lihat Juga :