Komisi IV dan Kasi Kemas se-Kota Bogor Petakan Masalah Pelayanan
Rabu, 01 Februari 2023 - 08:44 WIB
loading...
A
A
A
Di samping perlu ditunjangnya program produk makanan tambahan (PMT) agar balita di Kota Bogor terbebas dari stunting. “Jadi kapasitas SDM dan sarpras yang mendukung perlu ditingkatkan, sehingga persoalan klasik dalam hal pelayanan tidak lagi terjadi,” tandasnya.
Sebagai ujung tombak dalam hal pelayanan, Komisi IV DPRD Kota Bogor berencana mendorong Pemkot Bogor bisa memberikan honor kepada para operator aplikasi Sahabat. “Kami akan memperjuangkan itu melalui Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor,” ungkap Gus M.
Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor, M Rusli Prihatevy menjelaskan masalah penyaluran bantuan sosial yang berada di Dinsos Kota Bogor. Banyaknya bantuan perlu adanya sinergi antara Dinsos Kota Bogor, Dinsos Jawa Barat, dan Kemensos.
Menurut Rusli, banyak ditemukan kasus warga menerima banyak sekali bantuan. “Penyaluran yang mendadak dan ketidaktepatan dalam penyaluran akan kami bahas lebih lanjut dengan dinas terkait dan nantinya akan komunikasikan juga dengan instansi vertikal lainnya,” ujar Rusli.
Mengenai persoalan kesehatan, Rusli mengimbau warga Kota Bogor, yang merasa BPJS PBI-APBD nya tidak aktif, bisa langsung datang ke kelurahan untuk diaktivasi kembali. Hal ini bertujuan agar tidak ada kendala saat warga melakukan pengobatan. “Jadi warga silakan melapor dulu, nanti kasi Kemas akan membantu,” jelasnya.
Sebagai ujung tombak dalam hal pelayanan, Komisi IV DPRD Kota Bogor berencana mendorong Pemkot Bogor bisa memberikan honor kepada para operator aplikasi Sahabat. “Kami akan memperjuangkan itu melalui Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor,” ungkap Gus M.
Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor, M Rusli Prihatevy menjelaskan masalah penyaluran bantuan sosial yang berada di Dinsos Kota Bogor. Banyaknya bantuan perlu adanya sinergi antara Dinsos Kota Bogor, Dinsos Jawa Barat, dan Kemensos.
Menurut Rusli, banyak ditemukan kasus warga menerima banyak sekali bantuan. “Penyaluran yang mendadak dan ketidaktepatan dalam penyaluran akan kami bahas lebih lanjut dengan dinas terkait dan nantinya akan komunikasikan juga dengan instansi vertikal lainnya,” ujar Rusli.
Mengenai persoalan kesehatan, Rusli mengimbau warga Kota Bogor, yang merasa BPJS PBI-APBD nya tidak aktif, bisa langsung datang ke kelurahan untuk diaktivasi kembali. Hal ini bertujuan agar tidak ada kendala saat warga melakukan pengobatan. “Jadi warga silakan melapor dulu, nanti kasi Kemas akan membantu,” jelasnya.
(poe)
Lihat Juga :