Mpu Kapat, Sosok Misterius yang Jadi Petinggi Kerajaan Majapahit

Selasa, 31 Januari 2023 - 05:06 WIB
loading...
Mpu Kapat, Sosok Misterius...
Mpu Kapat, salah satu petinggi Kerajaan Majapahit yang memiliki peran penting. Kendati demikian, sosok Mpu Kapat tidak terkenal seperti Mpu yang lain semisal Mpu Nala, sang panglima perang. Foto ilustrasi
A A A
JAKARTA - Mpu Kapat, salah satu petinggi Kerajaan Majapahit yang memiliki peran penting. Kendati demikian, sosok Mpu Kapat tidak terkenal seperti Mpu yang lain semisal Mpu Nala, sang panglima perang Kerajaan Majapahit. Pun dia tenggelam dalam pamor termasyur Mpu Prapanca, sang pujangga dan penulis kitab Nagarakretagama.

Seperti apa peran Mpu Kapat dalam Kerajaan Majapahit? Dalam buku "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" karya Prof. Slamet Muljana disebutkan bahwa Mpu Kapat yang menjabat sebagai wreddha menteri mengemban peran strategis dalam pemerintahan Majapahit. Baca juga: Keris Nogososro, Pusaka Legendaris Zaman Majapahit Bertahtakan Emas Penolak Bala



Dalam Nagarakretagama pada Pupuh 9/3, disinggung apa dan bagaimana wreddha menteri itu. Pada kakawin tersebut disinggung tempat duduk para menteri di paseban dan menyinggung adanya sang sumantri pinituha, yakni menteri sepuh atau wreddha menteri.

Mengenai jabatan wreddha menteri itu sendiri, pertama kali dijumpai di masa pemerintahan Raja Jayanagara pada tahun 1323. Saat itu jabatan wreddha menteri dipegang oleh Sang Arya Patipati Mpu Kapat.

Nama wreddha menteri Mpu Kapat disebut dalam golongan pada tanda rakryan ring pakirakiran makebehan, sesudah penyebutan patih Daha Dyah Purusa Iswara dan patih Majapahit Dyah Halayuda. Karena adanya kata umingsor (ke bawah), maka kedudukan wreddha menteri Mpu Kapat ada di bawah patih Majapahit .

Beberapa piagam juga menyebut wreddha menteri. Piagam Berumbung 1329, misalnya, nama wreddha menteri disebut sesudah penyebutan Sang Panca Wilwatikta. Jumlahnya ada dua yakni wreddha menteri mahakusumawardhana Sang Arya Patipati Mpu Kapat dan wreddha menteri senapati sang Arya Mapanji Elup.

Piagam Blitar yang bertarikh tahun 1330 mencatat jabatan wreddha menteri diemban Arya Dewaraja Mpi Aditya. Nama Mpu Aditya masih tercatat sebagai wreddha menteri dalam Piagam O.J.O. LXXXIV atau D. 38, pada piagam itu disebut kelompok para tanda rakryan sang wreddha menteri Sang Arya Dewaraja Mpu Aditya dan Sang Arya Dhiraraja Mpu Narayana.

Penyebutan kedua wreddha menteri itu diikuti oleh penyebutan Sang Panca Wilwatikta yang dikepalai oleh Rakryan patih Majapahit Gajah Mada dan rakryan Patih Kahuripan. Baca juga: Kisah Kertanagara, Raja Terakhir Singasari yang Suka Mabuk Miras dan Pesta Terlarang Bersama Wanita-wanita Cantik

Dalam Piagam Raja Jayanagara yang dikeluarkan pada 1296, tercatat jabatan wreddha menteri ini diemban oleh Mpu Kapat saat Jayanagara naik tahta.

Piagam itu juga menyebutkan bahwa Panji Patipati Mpu Kapat adalah sahabat dan pengawal setia Raja Kertarajasa Jayawardhana atau Raden Wijaya, raja pertama Majapahit.

Nah, Mpu Kapat juga disebutkan sebagai pengawal setia Raden Wijaya sejak masih belia di istana Singasari. Atas kesetiaan itu Mpu Kapat mendapat anugerah tanah di Sukamerta dari sri baginda Kertarajasa.

Menariknya, pada Piagam Batur, nama Mpu Kapat tidak lagi dihubungkan dengan jabatan wreddha menteri, tetapi dengan jabatan demung. Namanya disebut sesudah Rakryan Mahapatih Kahuripan Mpu Tanding.

Nama Mpu Tanding dijumpai lagi pada Piagam Bendasari sebagai Sang Arya Atmaraja dan dalam Nagarakretagama pupuh 72, dengan jelas dinyatakan bahwa Sang Arya Atmaraja Mpu Tanding diangkat sebagai wreddha menteri oleh Raja Hayam Wuruk sepeninggal Patih Gajah Mada pada tahun 1364.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Harmonisasi Majapahit...
Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja
Kisah Raja Tribhuwana...
Kisah Raja Tribhuwana Tunggadewi Mempercayakan Perempuan Memimpin di Majapahit
Tiga Saran Gayatri Wujudkan...
Tiga Saran Gayatri Wujudkan Sumpah Palapa Gajah Mada
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih...
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih Pertama Kerajaan Majapahit yang Jago Siasat Perang
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Polisi Usut Penyandang...
Polisi Usut Penyandang Dana hingga Penyewa Gedung Hayam Wuruk yang Jadi Markas Judi Online
Sindikat Judi Online...
Sindikat Judi Online di Hayam Wuruk Sudah Beroperasi 2 Bulan, Sewa Kantor untuk Setahun
Rekomendasi
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved