Simak Ramalan BI Soal Ekonomi Jawa Timur di 2023

Selasa, 24 Januari 2023 - 08:45 WIB
loading...
Simak Ramalan BI Soal...
Perekonomian Jawa Timur 2023 diperkirakan tetap tumbuh positif meskipun termoderasi dibandingkan 2022 terutama disebabkan oleh faktor global
A A A
SURABAYA - Perekonomian Jawa Timur (Jatim) pada 2023 diperkirakan tetap tumbuh positif meskipun termoderasi dibandingkan 2022 terutama disebabkan oleh faktor global. Kinerja ekonomi Jawa Timur pada 2023 diperkirakan berada di kisaran 4,9% - 5,7% (yoy), termoderasi dibandingkan prakiraan 2022 yang tumbuh di kisaran 5,0% - 5,8% (yoy).

Mengacu Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Jatim yang diterbitkan Bank Indonesia (BI), moderasi kinerja ekonomi Jatim tahun 2023 dipengaruhi perkiraan kinerja ekonomi global yang diprediksi lebih rendah dibanding tahun 2022.

Hal itu akibat eskalasi ketidakpastian global terutama akibat masih berlanjutnya konflik geopolitik sejumlah negara. Antara lain, Rusia – Ukraina, Tiongkok – Taiwan, dan Amerika Serikat – Arab Saudi.

Baca juga: Pemprov Jatim Gelar Vaksinasi Booster Kedua Bagi Masyarakat Umum Gratis

"Konflik itu berdampak pada peningkatan kebijakan proteksionisme global yang mendorong kenaikan inflasi dan pengetatan kebijakan moneter di berbagai negara," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jatim, Budi Hanoto, Senin (23/1/2023).

Dia menambahkan, pada tahun 2023, kinerja ekonomi Tiongkok sebagai salah satu mitra dagang luar negeri utama Jatim, diperkirakan tertahan akibat potensi kebijakan pembatasan wilayah ketat untuk menekan laju penyebaran Covid-19. "Hal tersebut turut menjadi faktor penahan ekspor Jatim tahun 2023," imbuhnya.

Moderasi kinerja ekonomi Jatim pada tahun 2023, kata dia, diperkirakan turut dipengaruhi konsolidasi fiskal pemerintah yang sejalan dengan tren perbaikan ekonomi domestik. Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), defisit fiskal mencapai 6,14% dari PDB pada tahun 2020 dan 4,65% PDB pada tahun 2021.

Pada tahun 2023, pemerintah berkomitmen untuk kembali menerapkan defisit fiskal menjadi 3% dari APBN sebagaimana amanat UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara sejalan dengan tren perbaikan ekonomi domestik. Konsolidasi fiskal tersebut diprakirakan berdampak pada pengurangan dana dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

Sehingga berpotensi mengurangi belanja pemerintah daerah, termasuk Pemprov Jatim pada tahun 2023. "Hal tersebut diperkirakan menahan laju pertumbuhan konsumsi Pemprov Jatim pada tahun 2023 dan berdampak pada moderasi pertumbuhan ekonomi," katanya.

Meski begitu, berlanjutnya tren perbaikan konsumsi rumah tangga dan investasi diperkirakan mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim pada tahun 2023. Tren penurunan kasus Covid-19 di tingkat global, nasional dan Jatim mendorong pelonggaran kebijakan pembatasan aktivitas ekonomi.

"Hal ini diperkirakan berimplikasi pada semakin luasnya pembukaan sektor produktif yang mendorong peningkatan mobilitas dan pendapatan masyarakat yang berdampak pada kenaikan konsumsi rumah tangga," ujarnya.

Dia menjelaskan, proyek-proyek swasta dan kerjasama swasta–nasional, terutama pembangunan smelter oleh PT Freeport Indonesia di Kabupaten Gresik dan pembangunan kilang minyak Tuban oleh PT Pertamina – Rosneft diprakirakan semakin mendorong perbaikan investasi di Jawa Timur pada tahun 2023.

Momen persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif, Pemilihan Presiden (Pilpres), dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak diprakirakan mendukung pertumbuhan positif konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) Jatim pada tahun 2023.

"Kegiatan kampanye di berbagai daerah serta berbagai rapat koordinasi di kantor dan luar kantor diperkirakan mendukung pertumbuhan positif kinerja konsumsi LNPRT," tandas Budi
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Kolaborasi Pemprov dan...
Kolaborasi Pemprov dan BI Jakarta Dorong Industri Film sebagai Pertumbuhan Ekonomi Baru
Apresiasi Keterlibatan...
Apresiasi Keterlibatan BI Jakarta, Bang Dul: Ini Role Model Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta 2025 Lampaui Nasional
Ungkap Cacahan Duit...
Ungkap Cacahan Duit di TPS Bekasi Hasil Pemusnahan BI, Polisi: Mau Dibuang ke Bantargebang
Polisi: Cacahan Duit...
Polisi: Cacahan Duit di TPS Bekasi Uang Asli Cetakan BI
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Rekomendasi
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Infografis
26 Perwira Dimutasi...
26 Perwira Dimutasi Jadi Kapolres di Pulau Jawa pada Mutasi Juni 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved