Kisah Keranda Mayat Legendaris 1929

Senin, 13 Juli 2020 - 05:00 WIB
Dimana Kampung Jawa tak lepas dari peristiwa Perang Puputan 1906 yang melibatkan pejuang Jawa dan Bali di bawah Kerajaan Pemecutan Badung.



Hal ini dapat ditelusuri melalui monumen di TPU Wanasari yang mencatat 25 nama Moeda Djoeang Syuhada Kemerdekaan Republik Indonesia Kampoeng Djawa Denpasar.

Dari perjuangan bersama inilah kemudian konon Raja Pemecutan Badung menghibahkan tanah di seputaran Jalan A Yani dan Maruti Denpasar sebagai lahan pemukiman para pejuang Jawa.

"Namun sejak 2005 keranda berbahan kayu jati dan memiliki bobot hingga 100 kg ini sudah tak digunakan untuk menggotong jenazah dan telah digantikan keranda yang lebih ringan berbahan stainless steel," tandasnya.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!