BMKG Catat Telah Terjadi 10.792 Kali Gempa sejak 1 Januari-29 Desember 2022

Sabtu, 31 Desember 2022 - 06:59 WIB
"Gempa Pasaman Barat M6,3 menyebabkan 25 orang meninggal dunia dan gempa Cianjur M5,6 menyebabkan 334 orang meninggal dunia," katanya.

Daryono mengemukakan bahwa gempa bumi merupakan fenomena yang tidak dapat diprediksi secara tepat kapan datangnya, oleh karena itu langkah-langkah mitigasi harus dilakukan. Dalam hal ini, ia menyampaikan, BMKG menambah jaringan seismograf untuk meningkatkan kapasitas pendeteksian gempa.

BMKG menempatkan tambahan satu seismograf di Jawa Timur, masing-masing dua seismograf di Sumatera dan Kalimantan, serta lima seismograf di Sulawesi. Baca juga: 10 Gempa Bumi Paling Merusak Selama 2022, Ini Daftarnya

"Saat ini BMKG mengoperasikan cukup banyak seismograf untuk memonitor gempa di Indonesia. Eksisting saat ini ada 438 seismograf," kata Daryono.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!