Sejarah Gereja Katedral Jakarta, Dibangun Tahun 1808 atas Perintah Paus Pius VII

Sabtu, 24 Desember 2022 - 06:05 WIB
Tahun 1894 Pastor Antonius Dijkmans SJ pulang ke Belanda karena sakit. Pada 16 Januari 1899 Setelah Monseignor Luypen SJ mengumpulkan dana di Belanda, ditunjuk insinyur Marius J. Hulswit melanjutkan pembangunan batu ‘pertama’ diletakkan dan diberkati.

21 April 1901 Gereja Katedral, ‘Santa Maria Diangkat ke Surga’ diresmikan dan diberkati Monseignor Edmundus Sybrandus Luypen, SJ. Selain itu, peristiwa bersejarah yang ada di Gereja Katedral bergaya Neo Gotik yakni kunjungan Paus Paulus VI tahun 1970.

Kunjungan Paus Johanes Paulus ll tahun 1989 saat sedang berlangsung Sinode Pertama. Pada 28 April 1981 diresmikan Museum Katedral yang berlokasi di lantai mesanin gereja. Diprakarsai oleh Pastor R. Kurris,SJ.

Tanggal 13 Agustus 1988 Gereja Katedral selesai dipugar dan tahun 2002 kembali dibersihkan dicat ulang pada dinding luar. Gereja di Jalan Katedral, Pasar Baru, Jakarta Pusat, ini sejak 1993 dinaikkan statusnya menjadi bangunan cagar budaya dilindungi pemerintah.

Baca juga: Asal Usul Nama Matraman dan Kisah Penyerangan Batavia oleh Pasukan Sultan Agung

Gereja Katedral berciri eropa dengan gaya neo gotik ini dilengkapi daun pintu yang menjulang tinggi dan banyak jendela. Tepat di bawah lukisan tersebut, di bagian kanan dan kiri gereja terdapat bilik-bilik yang digunakan sebagai tempat untuk pengakuan dosa.

Sementara di bagian depan terdapat altar suci pemberian dari Komisaris Jenderal Du Bus de Gisignies. Meski sudah berumur tua, meja altar tersebut masih digunakan sebagai altar utama dalam berbagai misa.

Kekinian, Gereja Katedral merupakan salah satuwarisan budaya Indonesia yang patut dijaga dan dilestarikan karena dinilai sangat bersejarah. Terdapat perpustakaan dan museum yang menjelaskan sejarah penyebaran ajaran Katolik di Jakarta.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!