Sejarah Gereja Katedral Jakarta, Dibangun Tahun 1808 atas Perintah Paus Pius VII
Sabtu, 24 Desember 2022 - 06:05 WIB
Baca juga: Asal Usul Grogol Jakbar, Dulunya Tempat Bermukim Binatang Buas
Bangunan tersebut milik Gubernemen yang dibangun sejak 1770 oleh Cornelis Casteleijn di bawah pengawasan Gurbernur Van Der Parra. Bangunan itu mempunyai luas sekitar 8×23 meter persegi ini sempat menjadi gereja bagi umat Protestan berbahasa Melayu.
Selain melayu juga berbahasa Belanda di Batavia. Setelah dilakukan renovasi di berbagai bagiannya, bangunan ini kemudian dijadikan Gereja Katolik yang mampu menampung hingga 200 jemaat untuk melakukan ibadah.
Pastor Nelissen kemudian memberkati bangunan gereja tersebut, dengan Santo Ludovikus sebagai pelindungya. Berdirinya gereja katolik ini tidak berlangsung lama, pada 1826 terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan banyak bangunan di kawasan Senen.
Bangunan pastoral ikut menjadi korban, namun bangunan gereja tidak ikut terbakar meski mengalami kerusakan di beberapa bagiannya. Setelah kebakaran, bangunan gereja yang rusak tidak direnovasi, mengingat tanah tersebut bukanlah tanah milik gereja.
Tepat pada 9 April 1890 Gereja Katedral pertama runtuh. Kemudian, kegiatan misa memakai garasi kereta kuda. Di pertengahan 1891 peletakan batu pertama pembangunan gereja Katedral baru juga di lokasi yang sama.
Baca juga: Sejarah Kampung Melayu dan Kapiten Wan Abdul Bagus Bersekutu dengan Belanda
Bangunan tersebut milik Gubernemen yang dibangun sejak 1770 oleh Cornelis Casteleijn di bawah pengawasan Gurbernur Van Der Parra. Bangunan itu mempunyai luas sekitar 8×23 meter persegi ini sempat menjadi gereja bagi umat Protestan berbahasa Melayu.
Selain melayu juga berbahasa Belanda di Batavia. Setelah dilakukan renovasi di berbagai bagiannya, bangunan ini kemudian dijadikan Gereja Katolik yang mampu menampung hingga 200 jemaat untuk melakukan ibadah.
Pastor Nelissen kemudian memberkati bangunan gereja tersebut, dengan Santo Ludovikus sebagai pelindungya. Berdirinya gereja katolik ini tidak berlangsung lama, pada 1826 terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan banyak bangunan di kawasan Senen.
Bangunan pastoral ikut menjadi korban, namun bangunan gereja tidak ikut terbakar meski mengalami kerusakan di beberapa bagiannya. Setelah kebakaran, bangunan gereja yang rusak tidak direnovasi, mengingat tanah tersebut bukanlah tanah milik gereja.
Tepat pada 9 April 1890 Gereja Katedral pertama runtuh. Kemudian, kegiatan misa memakai garasi kereta kuda. Di pertengahan 1891 peletakan batu pertama pembangunan gereja Katedral baru juga di lokasi yang sama.
Baca juga: Sejarah Kampung Melayu dan Kapiten Wan Abdul Bagus Bersekutu dengan Belanda
Lihat Juga :