Klaster Secapa AD Ditemukan Berawal dari Perwira Siswa Sakit Bisul
Sabtu, 11 Juli 2020 - 17:27 WIB
Awalnya, Mabes TNI AD mengirimkan 1.250 alat rapid test karena jumlah siswa dan staf pengajar Secapa AD 1.198 orang. Tetapi karena pertimbangan ada para pelatih yang sehari-hari berinteraksi dengan mereka, maka akhirnya dikirim 1.400 alat rapit test.
Karena belum puas, ujar Andika, TNI AD ingin meyakinkan, kemudian melakukan swab test. Mabes TNI AD mengirimkan VTM ke Kakesdam III/Siliwangi.
"VTM itu adalah alat untuk tes swab, ya. Nah saya kirim. Kemudian dilakukan swab dan tes di laboratorium PCR dari situlah akhirnya ditemukan (klaster COVID-19 di Secapa AD)," ujar Andika yang didampingi Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan perwira tinggi lainnya.
Hasil dari swab test tersebut, tutur Andika, 1.280 orang, baik siswa maupun pengajar, serta keluarganya terpapar COVID-19. Perinciannya, sebanyak 991 adalah perwira siswa dan sisanya, 289 orang merupakan staf pengajar dan keluarganya.
"Ada enam anggota keluarga staf dan pengajar Secapa AD terkonfirmasi positif. Satu dari keluarga staf pengajar Secapa AD yang positif itu anak-anak," tutur KSAD.
Karena belum puas, ujar Andika, TNI AD ingin meyakinkan, kemudian melakukan swab test. Mabes TNI AD mengirimkan VTM ke Kakesdam III/Siliwangi.
"VTM itu adalah alat untuk tes swab, ya. Nah saya kirim. Kemudian dilakukan swab dan tes di laboratorium PCR dari situlah akhirnya ditemukan (klaster COVID-19 di Secapa AD)," ujar Andika yang didampingi Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan perwira tinggi lainnya.
Hasil dari swab test tersebut, tutur Andika, 1.280 orang, baik siswa maupun pengajar, serta keluarganya terpapar COVID-19. Perinciannya, sebanyak 991 adalah perwira siswa dan sisanya, 289 orang merupakan staf pengajar dan keluarganya.
"Ada enam anggota keluarga staf dan pengajar Secapa AD terkonfirmasi positif. Satu dari keluarga staf pengajar Secapa AD yang positif itu anak-anak," tutur KSAD.
Lihat Juga :