Protokol Kesehatan Kunci Kebangkitan Pariwisata di Tengah Pandemi COVID-19

Sabtu, 11 Juli 2020 - 16:43 WIB
"Jangan gegabah langsung membuka destinasi tanpa ada kesiapan. Pembicaraan kita dengan Kementerian Pariwisata, yang paling kita tekankan adalah destinasinya harus siap dengan sejumlah peraturan yang ketat," tegasnya.

Menurut Ledia, Gerakan BISA sebagai salah satu upaya untuk menghadirkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan khususnya di destinasi-destinasi wisata yang tidak berbayar atau ruang publik (public space).

"Sambil menunggu kapan destinasi wisata dibuka sepenuhnya, kita sudah mulai melakukan gerakan bersih-bersih ini. Jadi, kita harus sudah membiasakan diri karena COVID-19 ini memberikan pembelajaran besar buat kita untuk berperilaku bersih," jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar, Dedi Taufik mengemukakan, terdapat sekitar 2.768 destinasi wisata di Provinsi Jabar yang terpuruk akibat pandemi COVID-19. Akibatnya, sebanyak 49.663 orang pekerja pariwisata terpaksa dirumahkan.

"Gerakan BISA ini juga menjadi bagian program padat karya di sektor pariwisata, agar para pekerja wisata bisa kembali bangkit di tengah pandemi COVID-19," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!