Kalender Wisata 2023 Diluncurkan, Khofifah Ingin Wisatawan Betah di Jatim
Sabtu, 17 Desember 2022 - 10:31 WIB
Baca juga: Bupati Sumenep Bakal Luncurkan Kalender Wisata 2023
Orang nomor satu di Jatim ini menekankan diperlukannya promosi event wisata berbau kebudayaan yang diselenggarakan pada malam hari. Ia mencontohkan, pertunjukan budaya di daerah Tapal Kuda dan event kultural agar eksplorasi di wilayah Bromo Tengger Semeru (BTS) tak terbatas hanya melihat sunrise dan sunset.
"Potensi wisata budaya yang luar biasa bisa kita gencarkan untuk menambah agenda eksplorasi kekayaan alam dan budaya di sekitar BTS. Bisa kita tambahkan event kebudayaan yang diadakan saat malam, sehingga wisatawan tak langsung turun gunung begitu matahari terbenam. Harapannya juga mereka bisa menikmati budaya di kawasan tapal kuda," ujarnya.
Khofifah meminta berbagai pihak saling berkolaborasi untuk memberikan rasa aman, nyaman dan betah bagi para wisatawan. Kolaborasi ini mulai dari promosi hingga pembangunan infrastruktur. "Pelaku wisata harus terus mengembangkan inovasi dan jejaring lebih luas baik di dalam maupun di luar negeri. Kita buat wisataaan tinggal lebih lama," katanya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menyebutkan, Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) di hotel berbintang di Jatim pada bulan Oktober 2022 mencapai 1,52 hari. Jumlah itu mengalami penurunan sebesar 0,04 persen jika dibandingkan dengan bulan September 2022.
Orang nomor satu di Jatim ini menekankan diperlukannya promosi event wisata berbau kebudayaan yang diselenggarakan pada malam hari. Ia mencontohkan, pertunjukan budaya di daerah Tapal Kuda dan event kultural agar eksplorasi di wilayah Bromo Tengger Semeru (BTS) tak terbatas hanya melihat sunrise dan sunset.
"Potensi wisata budaya yang luar biasa bisa kita gencarkan untuk menambah agenda eksplorasi kekayaan alam dan budaya di sekitar BTS. Bisa kita tambahkan event kebudayaan yang diadakan saat malam, sehingga wisatawan tak langsung turun gunung begitu matahari terbenam. Harapannya juga mereka bisa menikmati budaya di kawasan tapal kuda," ujarnya.
Khofifah meminta berbagai pihak saling berkolaborasi untuk memberikan rasa aman, nyaman dan betah bagi para wisatawan. Kolaborasi ini mulai dari promosi hingga pembangunan infrastruktur. "Pelaku wisata harus terus mengembangkan inovasi dan jejaring lebih luas baik di dalam maupun di luar negeri. Kita buat wisataaan tinggal lebih lama," katanya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menyebutkan, Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) di hotel berbintang di Jatim pada bulan Oktober 2022 mencapai 1,52 hari. Jumlah itu mengalami penurunan sebesar 0,04 persen jika dibandingkan dengan bulan September 2022.
Lihat Juga :