Bahas Urgensi Penanganan Rayap di IKN, ASPPHAMI Gelar Seminar
Jum'at, 09 Desember 2022 - 19:03 WIB
“Seperti kita ketahui, Indonesia yang memiliki iklim tropis merupakan surga bagi keberadaan rayap. Apalagi kawasan IKN yang mulanya hutan dan banyak pepohonan selama ini telah menjadi sumber makanan rayap, kemudian habitatnya harus terganggu karena adanya pembangunan. Terlebih tak bisa dipungkiri sebagian besar bangunan akan menggunakan material kayu yang sangat disukai rayap. Maka kemungkinannya rayap tetap berada di sana untuk menggerogoti bangunan dan akan menimbulkan kerugian ekonomi yang tak sedikit,” jelasnya.
Terkait hal tersebut, Wagub Kaltim, Hadi Mulyadi bahkan turut meminta ASPPHAMI untuk berperan aktif pada pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) khususnya dalam penanganan rayap.
“Saya udah sering melihat bangunan hancur diserang rayap sebab sejak awal tidak dilakukan pencegahan berupa anti rayap pra-konstruksi. Sementara pembangunan yang kita harapkan di IKN adalah pembangunan yang sejalan dengan misi Pak Presiden yaitu smart city, eco friendly dan liveable sehingga bisa menjadi kota terbaik di dunia. Oleh karena itu, proteksi bangunan dari kerusakan akibat serangan rayap menjadi mandatori yang harus dilaksanakan dengan maksimal,” jelas Hadi.
Selain itu, Ia juga menegaskan bahwa Dinas PUPR harus memperhatikan aspek anti rayap dalam komponen penganggaran secara khusus agar langkah proteksi ini menjadi kesadaran kolektif yang didukung oleh semua stakeholder.
“Meskipun diiringi banyak pro-kontra, pemindahan ibu kota merupakan warisan penting untuk generasi mendatang. Terutama bila melihat APBN yang alokasi dananya 60% berputar di pulau Jawa, 20% di Sumatera dan sisanya di Indonesia Timur, maka pemindahan ibu kota menjadi keputusan strategis untuk pemerataan ekonomi sehingga terciptanya keadilan pembangunan,” pungkasnya.
Terkait hal tersebut, Wagub Kaltim, Hadi Mulyadi bahkan turut meminta ASPPHAMI untuk berperan aktif pada pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) khususnya dalam penanganan rayap.
“Saya udah sering melihat bangunan hancur diserang rayap sebab sejak awal tidak dilakukan pencegahan berupa anti rayap pra-konstruksi. Sementara pembangunan yang kita harapkan di IKN adalah pembangunan yang sejalan dengan misi Pak Presiden yaitu smart city, eco friendly dan liveable sehingga bisa menjadi kota terbaik di dunia. Oleh karena itu, proteksi bangunan dari kerusakan akibat serangan rayap menjadi mandatori yang harus dilaksanakan dengan maksimal,” jelas Hadi.
Selain itu, Ia juga menegaskan bahwa Dinas PUPR harus memperhatikan aspek anti rayap dalam komponen penganggaran secara khusus agar langkah proteksi ini menjadi kesadaran kolektif yang didukung oleh semua stakeholder.
“Meskipun diiringi banyak pro-kontra, pemindahan ibu kota merupakan warisan penting untuk generasi mendatang. Terutama bila melihat APBN yang alokasi dananya 60% berputar di pulau Jawa, 20% di Sumatera dan sisanya di Indonesia Timur, maka pemindahan ibu kota menjadi keputusan strategis untuk pemerataan ekonomi sehingga terciptanya keadilan pembangunan,” pungkasnya.
Lihat Juga :