Suasana Haru Iringi Pelepasan Siswa Indonesia yang Bersekolah di Malaysia

Rabu, 08 Juli 2020 - 22:39 WIB
Tak hanya itu, para pimpinan dan petugas di lingkungan PLBN Badau bersama personel TNI di Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Indonesia juga ikut mengantar para siswa. Sayangnya, seluruh orang yang mengiringi tidak diperbolehkan mengantar sampai gerbang pos perbatasan Malaysia, yang berjarak sekitar 400 meter dari PLBN Badau.

"Baik-baik ya nak, belajar yang rajin. Jangan tinggalkan ibadah. Jangan lupa berkirim kabar," ujar seorang ibu yang tak kuasa menahan tangis sembari memeluk dan menciumi anaknya.

Perasaan sedih ibu bernama Hartati, 34, ini sangat wajar. Karena dalam 14 hari ke depan, dirinya harus berpisah dengan buah hatinya yang masih duduk di kelas 4 sekolah dasar (SD). Ini lantaran sang anak diharuskan dikarantina terlebih dahulu di pusat karantina COVID-19, yang berada di Teluk Antu, Serawak, Malaysia.

Protokol kesehatan ini tak hanya wajib diikuti pelajar, tapi semua orang yang melintas dan masuk atau menetap di wilayah Malaysia. "Walaupun sebenarnya daerah Badau, Kalimantan Barat ini kategori hijau atau tidak ditemukan kasus korona, tapi otoritas Malaysia tetap mewajibkan semua orang yang melintas dan masuk wilayah Malaysia untuk dikarantina selama 14 hari," ujar Kepala PLBN Badau Agato Litmat.

Sama halnya dengan Malaysia, lanjut Agato, pihaknya juga melakukan protokol ketat penanganan korona. "Walau tak dikarantina, tapi orang yang melintas di PLBN Badau tetap dicek kesehatannya, wajib memakai masker dan juga menjaga jarak," tegas Agato.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!