Siswa SMP Di-bully hingga Pingsan dan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Jawaban Pihak Sekolah
Sabtu, 19 November 2022 - 13:22 WIB
Baca: Empat Siswa Kelas VIII SMP Islam Pelaku Bullying Dipecat
Syaifullah menyatakan, pihaknya juga telah memutuskan untuk memberikan sanksi bagi pelaku agar jera dan tidak mengulangi perbuatannya.
"Kita ada pemberian efek jera dari pihak sekolah kepada pelaku. Melalui teguran dan nasehat, dan mungkin juga akan memberikan cara pembelajaran yang berbeda dengan siswa lain, sanksinya seperti itu," tegasnya.
"Proses pembelajaran akan kita bedakan. Mungkin pelaku ini belajar secara daring, supaya lebih kondusif lagi pembelajarannya, pelaku tetap belajar dan korban juga tetap belajar," lanjut dia.
Baca: Viral Bullying Timpa Siswa SMP di Cikajang Garut, Netizen: Tempuh Jalur Hukum!
Syaifullah menyatakan, atas nama pribadi dan sekolah, pihaknya meminta maaf kepada orang tua korban, karena sudah lalai dalam melakukan pengawasan di sekolah.
"Secara pribadi dan lembaga kami sudah meminta maaf kepada keluarga atas kelalaian kami, terlebih kepada publik secara umum, kepada kepala dinas, kementrian pendidikan, dan ini menjadi langkah awal untuk memperketat sistem pengawasan di sekolah kami," sambung Syaifullah.
Syaifullah menyatakan, pihaknya juga telah memutuskan untuk memberikan sanksi bagi pelaku agar jera dan tidak mengulangi perbuatannya.
"Kita ada pemberian efek jera dari pihak sekolah kepada pelaku. Melalui teguran dan nasehat, dan mungkin juga akan memberikan cara pembelajaran yang berbeda dengan siswa lain, sanksinya seperti itu," tegasnya.
"Proses pembelajaran akan kita bedakan. Mungkin pelaku ini belajar secara daring, supaya lebih kondusif lagi pembelajarannya, pelaku tetap belajar dan korban juga tetap belajar," lanjut dia.
Baca: Viral Bullying Timpa Siswa SMP di Cikajang Garut, Netizen: Tempuh Jalur Hukum!
Syaifullah menyatakan, atas nama pribadi dan sekolah, pihaknya meminta maaf kepada orang tua korban, karena sudah lalai dalam melakukan pengawasan di sekolah.
"Secara pribadi dan lembaga kami sudah meminta maaf kepada keluarga atas kelalaian kami, terlebih kepada publik secara umum, kepada kepala dinas, kementrian pendidikan, dan ini menjadi langkah awal untuk memperketat sistem pengawasan di sekolah kami," sambung Syaifullah.