Kisah Manusia Kolong yang Bertahun-tahun Tinggal di Gelapnya Jalan Tol Wiyoto Wiyono

Kamis, 17 November 2022 - 16:40 WIB
"Katanya mau dibangun flyover lalu stadion, tapi itu masih isu-isu belum turun juga suratnya," kata Jamiati yang menetap di Jalan Inspeksi Kali Duri, Muara Karang Timur, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara atau lebih dikenal kolong Tol Air Baja.

Meski sudah siap dengan segala risiko ke depannya, dia berharap pemerintah membantu dirinya dan manusia kolong tol lainnya. "Kalau seumpama dikasih rumah susun saya mau saja kalau itu lebih baik," ucapnya.

Sebelum tinggal di kolong tol, Jamiati membangun rumah semipermanen di Bantaran Kali Item, Jakarta Barat. "Saya kerja buruh di perusahaan dan suami sopir. Memang apa-apa semuanya mahal hingga pada akhirnya saya dan suami tinggal di pinggir Kali Item," ujarnya.



Jamiati (55), penghuni kolong Tol Wiyoto Wiyono. Foto: SINDOnews/Yohannes Tobing

Hampir 10 tahun lamanya, Jamiati dan keluarga kecilnya tinggal di bantaran kali. Namun, adanya peraturan gubernur yang saat itu tidak memperbolehkan bangunan di bantaran kali akhirnya bangunan milik Jamiati dibongkar.

"Waktu itu gubernurnya dijabat Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) akhirnya dibongkar dan tidak lama kita sama warga lainnya korban bongkaran pindah di kolong tol," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!