BNEF Net Zero Summit dan Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Rendah Karbon

Minggu, 13 November 2022 - 00:30 WIB
Ki-ka: Paul Everingham (Chief Executive Officer, ANGEA), Ridha Yasser (Direktur Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi/CMMAI), Manish Misra (VP Strategy & Integration, Chevron New Energies), dan Wayne Tan (Oil Analyst, BloombergN
DENPASAR - Kemenko Marves bersama Chevron dan the Asia Natural Gas and Energy Association (ANGEA) di BloombergNEF (BNEF) Net Zero Summit di Bali berdiskusi untuk menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendorong pencapaian target masa depan rendah karbon.

Chevron berpartisipasi dalam BNEF Summit ini menyusul ditandatanganinya perjanjian kerja sama dengan Pertamina dan Keppel Infrastructure dalam mengeksplorasi pengembangan proyek hidrogen hijau dan amonia hijau di Indonesia kemarin.



“Kolaborasi ini merupakan hal yang penting dalam mendukung inovasi dan mendorong transisi energi. Untuk itu, Chevron terus berkomitmen dalam berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan demi mencapai tujuan-tujuan energi nasional".

"ANGEA dan Pemerintah Indonesia juga telah memberikan banyak masukan mengenai bagaimana industri, asosiasi, dan pemerintah dapat bekerja sama dalam mencapai target net zero emission, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Pasifik,” ujar Country Manager Chevron Indonesia, Wahyu Budiarto.

Baca juga: Pertamina NRE, Keppel Infrastructure dan Chevron MoU Pengembangan Hidrogen Hijau dan Amonia Hijau

Direktur Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ridha Yasser mengatakan, pemerintah Indonesia telah menetapkan target penggunaan energi baru terbarukan (EBT) hingga 23 persen pada tahun 2025, yang tertuang dalam roadmap transisi energi sebagai bagian dari Grand National Energy Strategy (GSEN).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!