Banyak Pasien dan Keluarga Terduga Corona Blitar Tidak Jujur
Senin, 27 April 2020 - 23:14 WIB
"Karena belum ketemu catatan medik sebelumnya," terang Herya. Sementara untuk pasien YH yang baru tujuh jam dirawat di IGD Mardi Waluyo, namun akhirnya meninggal dunia tersebut, menurut Herya petugas berhasil mengambil foto thorax.
Hasilnya tidak ditemukan kelainan pada paru paru YH. Karena waktu perawatan dinilai pendek (7 jam), pasien (YH) yang datang dengan keluhan demam, batuk pilek, tenggorokan sakit dan sesak nafas tersebut, kata Herya juga belum diketahui ada tidaknya penyakit penyerta (komorbid).
Karena yang bersangkutan telah meninggal dunia, yang bisa dilakukan hanya menunggu hasil swabnya. "Status pasien di PDP kan. Rencana kami adakan audit medik," terang Herya yang menambahkan saat ini pihaknya tengah menyiapkan SOP untuk pernyataan sebenar benarnya dari pasien dan keluarga.
Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan pasien YH yang meninggal dunia memiliki riwayat baru 10 hari datang dari Kalimantan. Yang bersangkutan semasa kecil juga pernah mengalami sakit paru paru. "Untuk penanganan proses pemakaman memakai protokoler Covid-19," ujarnya
Hasilnya tidak ditemukan kelainan pada paru paru YH. Karena waktu perawatan dinilai pendek (7 jam), pasien (YH) yang datang dengan keluhan demam, batuk pilek, tenggorokan sakit dan sesak nafas tersebut, kata Herya juga belum diketahui ada tidaknya penyakit penyerta (komorbid).
Karena yang bersangkutan telah meninggal dunia, yang bisa dilakukan hanya menunggu hasil swabnya. "Status pasien di PDP kan. Rencana kami adakan audit medik," terang Herya yang menambahkan saat ini pihaknya tengah menyiapkan SOP untuk pernyataan sebenar benarnya dari pasien dan keluarga.
Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan pasien YH yang meninggal dunia memiliki riwayat baru 10 hari datang dari Kalimantan. Yang bersangkutan semasa kecil juga pernah mengalami sakit paru paru. "Untuk penanganan proses pemakaman memakai protokoler Covid-19," ujarnya
(msd)
Lihat Juga :